TANA TORAJA DI SULAWESI SELATAN

Tana Toraja merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki berbagai wisata alam eksotis dan ragam budaya yang unik.

Jika kamu dari Jakarta, kamu bisa gunakan penerbangan ke Makassar yang dilanjutkan dengan menempuh perjalanan dengan jalur darat ataupun udara.

Kalau mau lewat jalur darat (bus atau mobil pribadi), umumnya waktu yang akan ditempuh sekitar 8 hingga 9 jam. Sedangkan jika melalui jalur udara, hanya memakan waktu 45 menit.

Wisata Tana Toraja 02 - Finansialku

#1 Pango-pango Makale

Wisata Pango-pango merupakan tempat wisata Tana Toraja yang tergolong agro di mana wisata ini menyajikan keindahan alam yang indah di pandang dengan suasana hawa yang sejuk.

Wisata ini berada di kota Makale tepatnya berada di puncak bukit yang belum di garap masyarakat.

Sesuai dengan letaknya yang berada di puncak bukit, banyak masyarakat menamakan tempat ini sebagai negeri di atas awan.

Maklum lokasi Kabupaten Tana Toraja memang berada di dataran tinggi dengan dikelilingi gunung yang tinggi jadi wajarlah banyak negeri di atas awan.

Jika kamu ke sana dan tiba di Pango-pango, kamu bakal menikmati begitu banyak bertebaran pepohonan dan semak belukar yang hijau.

Di sini juga kamu bisa bisa menikmati panorama bukit dan gunung yang indah, selain itu kamu bisa lihat Kota Makale dari puncak gunung.

Wisata Tana Toraja 03 (Pango-pango Makale) - Finansialku

#2 Londa Tana Toraja

Londa adalah sebuah tempat wisata yang ada di Desa Sandan Uai Kecamatan Sangggalangi Tana Toraja, 7 kilometer sebelah Selatan Kota Rantepao.

Perjalanan ke sana cukup mudah. Kamu bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat, atau bisa menggunakan jasa ojek.

Londa adalah salah satu objek wisata yang ada di Tana Toraja. Di sana terdapat objek wisata tempat makam yang terletak di sebuah tebing batu dan di dalamnya terdapat gua untuk makam.

Di gua tersebut terdapat peti mati dan jenazah, tulang, dan tengkorak yang berusia ratusan tahun.

Ketika ke sana, kamu akan disuguhkan dengan penampakan patung kayu yang berjejer di bibir tebing batu.

Patung tersebut merupakan patung dari setiap jenazah yang ada dimakamkan di lokasi Londa. Patung tersebut dinamakan Tau Tau bagi masyarakat setempat.

#3 Kete Kesu Tana Toraja

Seperti tadi saya jelaskan, Tana Toraja memiliki banyak destinasi wisata salah satunya wisata alam yang dinamakan Kete Kesu.

Kete kesu merupakan wisata alam yang terletak sekitar 4 kilometer dari kota Rantepao.

Desa Kete Kesu adalah objek wisata yang berada di daerah perbukitan dengan hamparan sawah dan hutan yang hijau.

Di kawasan ini terdapat banyak rumah adat Tana Toraja. Rumah adat tersebut dinamakan Tongkonan yang biasa di gunakan sebagai tempat penyimpanan sementara jenazah sebelum dimakamkan.

Wisata Tana Toraja 04 (Kete Kesu Tana Toraja) - Finansialku

Selain itu jika kamu berani masuk ke bagian dalam kompleks Tongkonan Toraja, kamu akan menemukan tebing batu Kete Kesu yang di jadikan kuburan batu di masa lampau peninggalan sejarah Tana Toraja.

Di sini kamu bisa lihat bagaimana kuburan dan peti mati yang ada di tebing dan gua secara jelas.

Oh ya, di dalam kompleks Kete Kesu kamu akan dijajakan berbagai macam oleh oleh dan pernak pernik khas Toraja. kamu bisa membeli dengan harga yang cukup murah lho.

Untuk masuk di wisata Kete Kesu, kamu cukup bayar tiket kurang lebih Rp10.000 sampai Rp50.000 saja.

#4 Negeri Di Atas Awan Totombi

Totombi Negeri di atas awan adalah salah satu objek wisata terbaru di Toraja yang sedang hits di tahun ini.

Lokasi ini hampir berdampingan dengan Lolai Tongonan Lempe yang berada di dusun Lembang Desa Benteng Mullu, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Di Totombi kamu bisa menikmati pemandangan berasa di atas awan seperti di Panggo Panggo Makale.

Mata kalian akan terhipnotis dengan gundukan awan yang menutupi lembah yang indah, sehingga Totombi dinamakan negeri di atas awan.

Berhubung lokasi ini berada di ketinggian, so kamu diharuskan untuk membawa jaket yang tebal karena hawa di sini cukup dingin.

Untuk menikmati sunset di atas awan, kamu harus sudah ada di Totombi minimal subuh sampai pagi hari.

Untuk biaya masuk cukup sediakan Rp15.000 saja. Bagi kamu yang ingin menyimpan monumen tersebut, pengelola menyediakan spot khusus untuk berfoto.

#5 Air Terjun Talondo Tallu

Air Terjun Talondo adalah salah satu air terjun yang ada di Tana Toraja. Air terjun ini terbilang unik di banding yang lainnya karena air terjun ini bercabang tiga membuat tampak lebih unik dibanding yang lainnya.

Ternyata percabangan ini terjadi karena pertemuan dua buah sungai dan menjadi satu sungai yaitu sungai Talondo.

Selain unik air terjun ini sangat indah dengan air khas dataran tinggi sangat dingin, sehingga membuat nuansa lebih nyaman.

Air terjun ini ternyata menyimpan nuansa mistis, konon katanya di air terjun ini terdapat belut besar yang biasa di sebut Masapi.

Belut tersebut tidak boleh di tangkap ataupun dimakan. Selain itu jika kamu ke sini, tidak boleh menggunakan pakaian hitam.

Untuk ke air terjun ini kamu harus rela berjalan sejauh 8 kilometer. Lumayan jauh dan pastikan kamu dalam keadaan fit ya.

Wisata Tana Toraja 05 (Air Terjun Talondo Tallu) - Finansialku

#6 Objek Wisata Kalimbuang Bori

Kalimbuang Bori Tana Toraja adalah tempat wisata Tana Toraja yang menyajikan pemandangan indah dan cantik.

Di lokasi ini kamu akan diperlihatkan hutan batu yang cukup menjulang tinggi. Lokasi ini sangat cocok untuk berfoto di samping deretan batu besar.

#7 Nature Ollon Tana Toraja

Nature Ollon merupakan tempat wisata Tana Toraja yang tergolong baru dan di beri gelar anti mainstream. Objek wisata ini berada di Desa Ollon.

Biasanya para wisatawan menamakan wisata ini gunung Teletubis di karenakan deretan gunung di sini mirip dengan bukit bukit yang ada di Teletubis.

Panorama pemandangan alam yang indah akan kamu dapatkan jika berkunjung ke Ollon.

Di tempat ini kamu akan mendapatkan suasana yang sunyi dengan pemandangan yang takkalah indah dengan tempat wisata di Indonesia lainnya.

Apalagi kalau kamu tinggal di Sulawesi Selatan, kamu wajib ke sini! Dijamin enggak bakalan rugi.

Alamatnya di Ollon, Poton, Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Wisata Tana Toraja 05 (Nature Ollon Tana Toraja) - Finansialku

Sohor dengan alam dan budayanya yang memukau. Rumah bagi Suku Toraja yang masih menjaga tradisi leluhur berusia ratusan tahun yang berakar dari budaya Austronesia.

Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan ibu kota kabupaten bernama Makale. Tana Toraja merupakan sebuah daerah di Sulawesi Selatan yang sudah tersohor namanya dengan keindahan pemandangan yang mengagumkan dan kaya akan tradisi budaya yang terkenal hingga manca negara. Topografinya yang sebagian besar relatif bergelombang dan berbukit, menjadi daya tarik utama Tana Toraja.

Secara geografis, Kabupaten Tana Toraja terletak di bagian Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas wilayah tercatat 1.990,22 km persegi (BPS 2017) dan jumlah penduduk sekitar 283.214 jiwa (DKCS 2017). Kabupaten Tana Toraja berbatasan dengan Kab. Toraja Utara di sebelah utara, Kabupaten Mamasa Prov. Sulawesi Barat di sebelah barat dan Kabupaten Enrekang di selatan, serta Pinrang dan Kabupaten Luwu.  

Budaya Austronesia Suku Toraja

Untuk menuju Tana Toraja dari Kota Makassar dapat di tempuh dengan jalur Darat maupun jalur Udara. Jalur darat umumnya dapat memakan waktu sekitar 8 – 9 jam perjalanan menggunakan bus atau mobil pribadi. Sedangkan jalur udara hanya memakan waktu 45 menit.

Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan di kawasan ini masih mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan. Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani. Komoditi andalan dari daerah Toraja adalah sayur-sayuran, kopi, cengkeh, cokelat dan vanili. Mayoritas penduduknya menganut agama Kristen Protestan sebanyak 72.54%, kemudian Katolik 17.57%, Islam 8.43%, Hindu 1.07%, dan Buddha 0.39%.

Ketika Sobat Pesona mengunjungi dataran tinggi Tana Toraja, bersiaplah terpesona keindahan alamnya yang menakjubkan. Di saat yang sama ada daya tarik dari masyarakatnya telah mempertahankan kepercayaan dan tradisi mereka dalam siklus kehidupan yang kekal dan kematian di Bumi, salah satunya adalah pesta pernikahan Rambu Tuka dan juga upacara kematian Rambu Solo.

Untuk menjaga kekuatan tanah dan rakyatnya, masyarakat Toraja percaya bahwa tanah ini harus dipertahankan melalui ritual untuk merayakan mereka hidup dan yang telah mati, melekat saat musim tanam. Di Toraja kehidupan secara ketat dipisahkan dari upacara kematian.

Toraja terkenal dengan upacara kematian yang dapat berlangsung selama berhari-hari melibatkan seluruh penduduk desa. Tidak hanya pada saat berkabung tetapi juga untuk acara hiburan dan persaudaraan komunitas yang ada.

Upacara kematian, diadakan setelah musim panen selesai. Biasanya antara bulan Juli dan September. Sementara upacara kehidupan digelar saat musim tanam di bulan Oktober. Saat itu penguburan tidak dilakukan dengan segera tetapi ditunda selama beberapa bulan bahkan kadang bertahun-tahun, disimpan di rumah khusus hingga waktu yang tepat dan tersedianya dana.

Destinasi Wisata

Ada banyak objek wisata di Tana Toraja yang bisa Sobat Pesona kunjungi, diantaranya Tradisi Ma’nene, tradisi khas Tana Toraja yang juga telah dijadikan wisata populer yang berlokasi di Baruppu, di Toraja Utara. Tradisi ini adalah tradisi membersihkan dan mengganti baju mayat leluhur Toraja. Selain itu, ada pula tradisi Upacara Rambu Solo, Kete Kesu dengan rumah Tongkonan Toraja, dan kompleks kuburan Toraja, Londa yang berada di sebuah tebing batu Toraja.

Sumber : https://www.finansialku.com/wisata-tana-toraja/

https://pesona.travel/destinasi/797/tana-toraja-tanah-eksotik-di-pegunungan-sulawesi

WAKATOBI DI SULAWESI TENGGARA

Keindahan alam di Indonesia Timur seolah tidak ada habisnya. Salah satu destinasi yang sedang naik daun adalah Wakatobi. Wakatobi telah lama menjadi primadona bagi para penyelam dari seluruh dunia karena keindahan alam bawah lautnya. Tidak kurang dari 942 spesies ikan dan 750 spesies karang tercatat menghuni wilayah perairan Wakatobi.

Wakatobi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang beribukota di Wangi-Wangi. Sejak tahun 1996, Wakatobi telah ditetapkan sebagai taman nasional Indonesia dan cagar alam dunia untuk biosfer laut oleh UNESCO. Nama Wakatobi merupakan akronim dari empat pulau utamanya yaitu WAngi-Wangi, KAledupa, TOmia, dan BInongko. Selain keempat pulau tersebut, terdapat beberapa pulau kecil lain yang berada di wilayah Wakatobi, antara lain Pulau Hoga, Kapota, Anano dan Rundumana. Selain dikenal sebagai surga para penyelam, Wakatobi juga memiliki destinasi wisata lain yang akan membuatmu terkesima lho. Mau tahu apa saja?

1. Menyelami Nirwana Bawah Laut Tomia dan Onemohute

Image credit: @kakabantrip

Aktivitas utama saat mengunjungi Wakatobi tidak lain adalah menyelami keindahan bawah lautnya yang spektakuler. Hampir seluruh wilayah perairan Wakatobi bisa kamu jadikan tempat menyelam maupun snorkeling, namun yang paling populer adalah Onemohute di Wangi-Wangi dan Roma (Roma’s Reef) di Tomia.

Image credit: @kakabantrip@wakatobisme@ryanica@katekimball (searah jarum jam dari kiri atas)

Roma’s Reef merupakan salah satu nama gugusan karang yang terkenal paling ‘sibuk’ dibanding dengan karang lainnya. Berada pada kedalaman 15 sampai 25 meter, kamu bisa menyaksikan warna warni terumbu karang serta barisan ikan yang berenang secara teratur dan hewan-hewan laut indah lainnya. Spot ini juga aman untuk kamu yang baru belajar diving. Lokasi diving lain yang menarik di Tomia adalah Cornucopia dan Coral Garden.

Image credit: @ganiamir

Jangan khawatir jika kamu belum bisa menyelam, pemandangan alam di atas perairan pun tidak kalah eloknya. Kamu bisa sekedar snorkeling ataupun bercengkrama dengan beberapa lumba-lumba yang kerap muncul di atas permukaan.Salah satu tempat terbaik untuk melihat lumba-lumba adalah di Pelabuhan Mola Raya yang dapat dicapai dalam waktu 20 menit dengan perahu sewaan dari Kota Wanci, Wangi-Wangi.

2. Menikmati Ketenangan di Pantai Pulau Hoga

Image credit: @wakatobi_resort

Destinasi wisata pantai memang sudah jadi hal yang biasa khususnya di kawasan Indonesia Timur, seperti pantai di Pulau Hoga ini. Pasir putihnya yang lembut dan beningnya air pantai akan membuat kamu lupa waktu. Pulau Hoga cenderung lebih tenang jika dibandingkan dengan pulau utama lainnya di Wakatobi. Lokasinya yang hanya dipisahkan oleh selat kecil dengan Pulau Kaledupa menambah keunukan dari pantai yang satu ini.

Image credit: @travisburkephotography (kiri), @capterku (kanan)

Kamu bisa mencoba untuk bermalam di Hoga Dive Resort dan merasakan sensasi pantai yang seolah milikmu sendiri. Satu hal yang perlu diketahui yaitu, listrik di sini hanya tersedia mulai pukul 18.00 hingga 00.00 WIT. Tetapi, apalah artinya listrik jika dibandingkan dengan pemandangan pantai Pulau Hoga, bukan? Karena bebas dari polusi cahaya, maka Pulau Hoga juga bisa jadi tempat stargazing yang menakjubkan lho. Dijamin kamu akan susah move on dari pemandangan yang ada di sini!

3. Beramah Tamah dengan Suku Bajo (Sea Gypsies) Sambil Berburu Oleh-oleh di Desa Pajam, Pulau Kaledupa

Image credit: @cumilebaycom

Penduduk lokal Wakatobi sudah terkenal dengan keramahannya. Di bagian pesisir pantai Pulau Kaledupa, kamu bisa menemui perkampungan Bajo Sampela. Suku Bajo pada dasarnya tersebar di beberapa tempat di Wakatobi, contohnya Suku Bajo Mola yang ada di Wangi-Wangi. Suku Bajo atau yang dikenal dengan sea gypsies menurut sejarah merupakan suku pengembara laut tertua yang ada di Wakatobi. Tidak heran jika pemukimannya selalu berada di wilayah pesisir pantai.

Image credit: @endyallorante

Masuk ke bagian daratan terdapat Desa Pajam yang merupakan desa tertua di Wakatobi. Di desa ini, kamu bisa menemui para penduduk yang memproduksi kain tenun khas Wakatobi. Kain ini cocok untuk jadi oleh-oleh liburanmu lho. Yang lebih unik lagi, di pulau ini ada desa yang terletak di dalam hutan mangrove, namanya Desa Lambo Linggae. Penasaran, kan? Jangan lupa mampir kesini ya.

4. Puncak Kahyangan, Puncak Tomia

Image credit: @dodi2dua

Sesuai dengan namanya, destinasi wisata ini sangat terkenal dengan keindahannya. Puncak Kahyangan yang terletak di Pulau Tomia merupakan sebuah bukit rumput yang menyajikan pemandangan spektakuler Wakatobi dari ketinggian. Berjarak 30 menit dari Usuku (Tomia Timur), tempat ini menjadi lokasi favorit para fotografer untuk menyaksikan matahari senja. Kamu juga bisa bermalam di area perbukitan dan menikmati pemandangan langit berbintang Tomia yang jauh dari polusi cahaya kota. Pada pagi hari, kamu akan disambut oleh pemandangan matahari terbit dengan sinarnya yang menghangatkan. Semua pengalaman mengesankan ini bisa kamu dapatkan di Puncak Kahyangan.

5. Goa Dengan Kolam Air Tawar Unik, Pemandian Alam Hendaopa

Image credit: @wakatobiframe

Pemandian Alam Hendaopa terletak di Desa Wawotimo, puncak Gunung Tomia. Pemandian ini sangat unik karena berbentuk gua yang masuk ke dalam tanah. Dari luar, tempat ini tampak seperti lubang biasa, namun ternyata di dalamnya terbentuk sebuah kolam air tawar yang jernih dan cantik. Pemandian Alam Hendaopa masih belum banyak dikenal oleh para wisatawan, maka tak heran bila akses ke lokasi ini pun sangat terbatas.

6. Mandi Di Kolam Yang Bikin Enteng Jodoh, Goa Kontamale

Image credit: @denis_lulu

Wakatobi cukup terkenal dengan wisata alam goa serta aliran air tanah yang ada di dalamnya. Tercatat ada sebanyak 12 goa yang tersebar di Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa dan Tomia. Salah satu yang populer adalah Gua Kontamale di Wanci, Wangi-Wangi. Goa ini juga sering disebut sebagai Goa Telaga, karena air yang berada di bibir gua menyerupai sebuah telaga.

Image credit: @denis_lulu

Di langi-langit goa banyak dijumpai stalagnit yang mempesona. Dengan airnya yang jernih, banyak penduduk memanfaatkan goa ini sebagai sumber air untuk mandi dan mencuci. Meskipun demikian, air di goa ini tidak pernah keruh lho! Bahkan katanya mandi di sini bisa bikin enteng jodoh, jadi buat kamu yang masih jomblo jangan lupa mampir ke sini ya.

7. Jernihnya Danau Sombano, Danau Di Tengah Hutan Mangrove

Image credit: @bramsakti (kiri), @sumargodenny (kanan atas), @stevanyfw (kanan bawah)

Danau Sombano merupakan danau yang terbentuk di kawasan Hutan Mangrove Pulau Kaledupa. Berbagai jenis tanaman eksotis seperti anggrek dan aneka spesies pandan bisa kamu temui di sini. Yang tidak kalah menarik adalah penampakan udang merah di atas perairan air payau yang bening. Kamu mungkin akan tergoda untuk berenang, namun warga setempat tidak menganjurkannya karena terdapat sebuah legenda tentang buaya hitam Danau Sombano yang dikhawatirkan akan muncul ketika kamu berenang di sini. Meskipun tidak dianjurkan untuk berenang, keindahan Danau Sombano tetap memukau siapapun yang mengunjunginya kok.

8. Berkunjung Ke Pulau Seribu Penyu, Pantai Pulau Anano

Image credit: @la_ode_khairum_mastu

Pulau yang memiliki julukan Pulau Seribu Penyu ini merupakan pulau kecil tak berpenghuni di Wakatobi. Dinamakan seribu penyu karena di sinilah lokasi koloni penyu hijau dan penyu sisik untuk bertelur. Pantainya juga sangat indah dengan pasir putih yang halus dan air pantai yang sangat bening, jadi dijamin kamu akan betah berlama lama di sini deh. Jangan lewatkan juga pemandangan matahari tenggelam di Pantai Anano yang bisa membuatmu baper ya!

9. Hip-Hip Hura Main Air Di Pantai Cemara

Image credit: @rahmadsandy56 (kiri), @traveldaveuk (kanan)

Pantai Cemara tergolong salah satu pantai yang cukup moderen di Wakatobi. Lokasinya pun tidak jauh dari pusat kota pulau Wangi-Wangi. Fasilitas umum untuk para wisatawan juga cukup lengkap. Di sini, kamu bisa menemukan warung makan dengan mudah untuk sekedar mengisi perut yang lapar. Buat kamu yang belum bisa menyelam, di sini terdapat kursus menyelam yang siap mengajarimu lho. Selain itu, kamu juga bisa melakukan banyak permainan air seperti banana boat yang seru dan menyenangkan.

10. Melihat Para Pandai Besi Terbaik Nusantara Di Pulau Binongko

Image credit: @sulis.dabomb

Seperti layaknya pulau-pulau lain di Wakatobi,  Pulau Binongko juga terkenal sebagi spot untuk menyelam dan snorkeling.  Disamping itu, sebagian besar Desa di Pulau Binongko juga terbilang masih tradisional. Pulau Binongko dikenal dengan keahlian para pandai besinya yang mampu menciptakan berbagai macam peralatan besi dan baja dengan kualitas yang dapat diandalkan. Produk besi dan baja dari pulau ini bahkan bisa jadi merupakan yang terbaik di Indonesia lho. Berkat keramahan warganya, kamu juga bisa melihat langsung proses penukangan besi dan baja di sini! Menarik sekali, bukan?

11. Menjelajahi Hutan Sakral Masyarakat Wakatobi, Hutan Lindung Tindoi

Image credit: @_hafiznoer_ (kiri), Wakatobi Tourism (kanan)

Hutan Tindoi merupakan salah satu hutan lindung yang dikeramatkan oleh warga masyarakat di empat desa, yaitu; Desa Posalu, Desa Waginopo, Desa Tindoi dan Desa Tindoi Timur, di Kecamatan Wangi-Wangi. Hutan ini terletak di ketinggian 800 m dari permukaan laut dan berjarak sekitar 10 km dari Kota Wanci. Di sini kamu akan banyak menemukan tumbuhan khas hutan hujan tropis yang eksotis dan menyejukkan. Pepohonan yang besar juga menambah kesegaran suasana hutan ini.

12. Makan-Makan Enak Di Wasabinua Resto dan Wisata Kuliner Tradisional Wakatobi

Image credit: @catperku (kiri), @masachika_0 (kanan atas), @dedyrahmatode (kanan bawah)

Ingin menikmati suasana makan dengan pemandangan pantai Waaktobi yang memukau? Datang saja ke Wasabinua Resto. Wasabinua Resto & Coffee berada di atas pulau batu karang kecil yang unik. Menu makanan yang ditawarkan sebagian besar merupakan masakan seafood ala Asia yang lezat.

Tidak hanya bisa menikmati makanan dan minuman yang enak, kamu juga akan disuguhkan oleh pemandangan alam Wakatobi yang menakjubkan lho.

Image credit: @visitwakatobi

Jangan lewatkan pula kuliner lokal tradisional warga Wakatobi yang bisa kamu jumpai di warung-warung makan. Diantaranya yang wajib kamu coba adalah kusami, parende dan laluta yang rasanya bakal bikin kamu ketagihan!

Bonus: Beragam Festival Tahunan Di Wakatobi

Image credit: @muh.rahmat92 (kiri), @kemenpar (kanan atas), @dedyrahmatode (kanan bawah)

Minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk kunjungan ke Wakatobi yang terus meningkat membuat pemerintah aktif melakukan promosi pariwisata melalui beragam festival tahunan. Di antaranya yang populer adalah Wakatobi Wave Festival yang diadakan setiap bulan November. Berpusat di Pulau Wangi-Wangi, kamu dapat menyaksikan kekayaan budaya khas Wakatobi melalui tarian tradisional, makanan tradisional, permainan rakyat, musik dan karnaval pakaian di festival yang diadakan selama satu minggu ini.

Image credit: Wakatobi Tourism

Festival lain yang tidak kalah keren adalah Sail Indonesia. Sail Indonesia merupakan salah satu event internasional untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia. Para wisatawan akan melakukan pelayaran kunjungan ke beberapa pulau, salah satunya adalah Wakatobi. Selain menikmati keindahan alam sekitar, para wisatawan juga akan disuguhi dengan berbagai macam upacara adat warga masyarakat di Wakatobi.

Image credit: @wakatobisme (kiri), @visitwakatobi (kanan)

Ada pula Festival Barata Kahedupa yang dilaksanakan setiap bulan September. Acara inti Barata Kahedupa adalah Karia, yang dalam bahasa setempat berarti kemeriahan. Salah satu ritual yang menarik adalah Ritual porimbi-rimbia atau tradisi pra-perjodohan untuk anak laki-laki dan perempuan. Dalam ritual ini orang tua dari anak laki-laki akan mengunjungi orang tua anak perempuan bersama dengan prosesi persembahan makanan, tanaman pangan dan uang yang ditujukan sebagai bentuk awal pengajuan permohonan meminang.

Sumber : https://www.tripzilla.id/wisata-wakatobi/9058

GOA GONG DI PACITAN JAWA TIMUR

Pacitan merupakan wilayah di Jawa Timur yang dikelilingi oleh pegunungan kapur, yang menjadikan tanah di daerah ini kering dan tidak subur. Tanah di permukaan Pacitan memang gersang dan memiliki sedikit unsur hara, namun anugerah Yang Maha Kuasa ternyata bukan terletak di atas permukaan, namun di bawah permukaan tanahnya.

goa gong pacitan
via https://backpackerjakarta.com

Pacitan dianugerahi keindahan bawah tanah yang mempesona berupa gua-gua kapur yang dihiasi stalaktit dan stalakmit. Gua yang paling terkenal dan paling indah adalah Gua Gong.

Keindahan Gua Gong tak tertandingi oleh gua-gua lain di Pulau Jawa, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Gua Gong adalah Gua terindah di Asia Tenggara.

Memasuki goa Gong, anda akan disambut formasi stalaktit dan stalakmit yang indah. Dibantu penerangan yang cukup anda dapat masuk lebih dalam dan menyusuri lorong gua sepanjang 256 meter.

Di ujung lorong, anda akan menemukan alasan kenapa Gua Gong disebut sebagai gua terindah se-Asia Tenggara. Sebuah ruangan yang membentuk kubah rakasa sepanjang 100 m, dengan lebar 15 hingga 40 meter dan tinggi antara 20-30 meter akan membuat anda berdecak kagum.

Stalaktit dan stalakmit dengan aneka bentuk dan ukuran menghiasi seluruh penjuru ruangan. Beberapa diantaranya bahkan diberi nama karena untuk mengabadikan keindahannya seperti Selo Jengger Bumi, Selo Pakuan Bomo, Selo Bantaran Angin, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono, dan lain sebagainya.

Untuk menjelajahi seluruh lorong dan bagian dalam gua, anda memerlukan waktu sekitar 2 jam. Namun waktu yang cukup lama itu tidak akan terasa dan melelahkan karena anda akan terus merasa takjub akan keindahan yang disajikan Gua Gong.

Anda tak perlu khawatir ketika menjelajahi gua ini, karena pemerintah setempat telah menambah prasarana di dalam gua seperti tangga, pagar pengaman, penerangan dan kipas angin untuk memudahkan penelusuran (walau anda tetap harus berhati-hati).

Di dalam Gua Gong terdapat beberapa ruangan. Ruang-ruang tersebut yaitu Ruang Sendang Bidadari, Ruang Bidadari, Ruang Kristal dan Marmer, Ruang Pertapaan dan Ruang Batu Gong.

Salah satu ruangan dalam gua pernah digunakan sebagai tempat konser musik yang disiarkan langsung di empat negara dalam rangka mempromosikan potensi Gua Gong.

Selain keindahan stalaktit dan stalakmit yang menghiasi ruangan gua, ada juga mata air (sendang) yang menurut penuturan warga sekitar memiliki kekuatan magis menyembuhkan beragam bagi mereka yang mempercayainya.

Mata air itu antara lain Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan dan Sendang Relung Nisto.

Misteri Dan Sejarah Goa Gong Pacitan

gua gong pacitan
via http://www.galeriwisata.com

Menurut cerita dari warga sekitar, Goa Gong ditemukan sekitar tahun 1930an. Akibat musim kemarau berkepanjangan, Pacitan mengalami kekeringan dan sangat sulit untuk memperoleh air.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, 2 orang warga bernama Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo mencari sumber mata air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Akhirnya mereka menemukan sebuah lubang dan berinisiatif untuk menelusurinya. Dengan hanya membawa obor, mereka masuk ke lubang tersebut dan menyusuri lorong-lorong yang ada di dalamnya. Lubang yang mereka masuki ternyata sangat dalam, Mbah Noyo dan Mbah Joyo menghabiskan sebanyak tujuh obor hingga keduanya menemukan mata air.

Setelah beristirahat dan mandi di mata air tersebut, mereka pulang sambil mengangkut air dan membawa kabar baik untuk penduduk. Mulai saat itu, warga berbondong-bondong memanfaatkan mata air yang ada di gua tersebut.

Nama Gua Gong sendiri diambil dari misteri yang dahulu sempat menyelimuti dan menghantui masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar gua mengungkapkan bahwa di malam hari mereka sering mendengar suara tabuhan menyerupai suara gong (salah satu alat musik gamelan) yang berasal dari dalam gua.

Ada juga yang mengatakan bahwa di salah satu ruangan gua terdapat batu yang apabila ditabuh akan mengeluarkan bunyi yang menggema seperti bunyi gong.

Tetapi secara ilmiah, suara yang muncul itu ternyata dapat dijelaskan. Suara yang terdengar menyerupai bunyi gong tersebut dihasilkan dari tetesan air yang menimpa Stalaktit atau stalakmit di gua tersebut.

Ditambah dengan gema yang dipantulkan oleh formasi batuan di dalam gua sebenarnya bunyi yang dihasilkan cukup enak untuk dinikmati.

suasana dalam gua gong pacitan
via http://kesiniaja.com

Lokasi Gua Gong

Secara administratif, Gua Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gua ini berjarak sekitar 37 km dari pusat kota Pacitan ke arah barat (arah Wonogiri).

Untuk mencapai Gua Gong, pengunjung dapat melalui 3 jalur yang berasal dari kota-kota di sekitar Pacitan yaitu Ponorogo, Wonogiri dan Trenggalek.

  • Jalur pertama adalah jalur bagi mereka yang berasal dari Yogyakarta. Rute yang ditempuh yaitu Yogyakarta menuju Gunung Kidul. Dari Gunung Kidul perjalanan dilanjutkan ke arah Wonogiri (Pracimantoro) terus hingga Pacitan. Petunjuk arah menuju Gua Gong dapat anda temui sebelum memasuki Kota Pacitan.
  • Jalur kedua adalah dari Solo. Dari Solo, arahkan kendaraan anda menuju Wonogiri (Baturetno), dilanjutkan sampai Pacitan. Sama dengan perjalanan dari Yogyakarta, petunjuk menuju Gua Gong anda temui di sebelah kanan sebelum masuk Pacitan.
  • Jalur ketiga merupakan jalur bagi mereka yang berasal dari daerah Surabaya dan sekitarnya. Dari Surabaya, perjalanan diarahkan ke arah Nganjuk sampai Madiun. Dari sini lanjutkan ke Ponorogo terus hingga Pacitan. Untuk mencapai Gua Gong, lanjutkan perjalanan keluar Pacitan menuju Wonogiri. Plang jalan menuju Gua Gong dapat anda temukan di sebelah kiri jalan.

Selain melalui Madiun, anda yang berasal dari Surabaya dapat juga menggunakan rute melalui Kediri dan Trenggalek. Rute ini memang memakan waktu yang lebih panjang, namun sebelum memasuki Pacitan anda akan melalui jalan dengan keindahan pantai di sebelah kiri jalan.

Pemandangan indah pantai seperti yang anda rasakan ketika menuju Denpasar dari Kota Negara di Bali.

Untuk mereka yang ingin berkunjung menggunakan kendaraan umum, tak perlu khawatir karena tersedia bis umum maupun travel yang melayani perjalanan menuju Pacitan.

Harga Tiket Masuk Goa Gong

Untuk menelusuri dan menikmati keindahan Gua Gong, anda tidak harus merogoh kocek yang dalam. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000 per orang, anda dapat dengan bebas menjelajahi pesona Gua Gong.

Pengeluaran lain mungkin anda lakukan untuk menyewa senter (Rp 5000) sebagai penerangan tambahan di dalam gua, ataupun menyewa guide jika perlu (Rp 30.000).

Selain itu anda hanya harus mengeluarkan ongkos untuk biaya parkir kendaraan.

Fasilitas

Sebagai objek wisata terkenal dan ramai dikunjungi, Gua Gong menyediakan fasilitas yang cukup memadai.

Lahan parkir yang luas, mushola, toilet dapat dengan mudah anda temukan di kawasan ini. Warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman serta souvenir khas pun banyak tersebar di area wisata Gua Gong.

Hotel Dan Penginapan

Anda yang ingin lebih leluasa menjelajahi Gua Gong dan ingin mengunjungi objek wisata lain di Pacitan tak perlu khawatir. Di Kota Pacitan ada beberapa hotel yang bisa digunakan untuk melepas lelah sambil menikmati suasana kota.

Beberapa hotel yang dapat dijadikan pilihan antara lain:

  • Rifqi Guest House, Jl. Raya Solo Pacitan, Dusun Krajan Tengah, Kec. Punung, Pacitan, Jawa Timur. Telp.: 0821-4787-8480
  • Srikandi Hotel, Jl. A Yani 67A, Pacitan, Jawa Timur. Telp. : +62 357 881252
  • Alloro Guest House, Jl. Kumar Umar No. 12, Baleharjo, Pacitan, Jawa Timur. Telp.: (0357) 886690

Sumber : https://www.nativeindonesia.com/goa-gong-pacitan/

PULAU KOMODO DI NUSA TENGGARA TIMUR

Pulau Komodo terletak di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau itu menjadi tempat hidup hewan komodo. Pemandangan alam di pulau ini sangat indah. Tak heran bila pulau ini sering dikunjungi wisatawan.

Para wisatawan, baik lokal dan mancanegara, sering berkunjung ke Pulau Komodo. Terlebih bagi wisatawan yang memang gemar bertualang di tempat terbuka. Dikabarkan, ada sekitar 2.800 wisatawan yang berkunjung dari awal tahun 2008 hingga bulan Juni 2008. Kebanyakan dari mereka berasal dari luar negeri. Antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Prancis, Inggris, Australia, dan Rusia. Keindahan alam Pulau Komodo tercermin dari kondisi hutan yang asri. Termasuk juga hutan bakaunya. Hutan bakau menjadi salah satu keistimewaan Pulau Komodo. Mengapa demikian? Sebab hutan itu tetap terlihat hijau meski musim kemarau tiba.

Keindahan panorama alam Pulau Komodo, juga terlihat di daerah pesisir pantai dan lautnya. Kondisi air laut di perairan Pulau Komodo, jernih. Keindahan biota di laut juga tak kalah memukaunya dengan panorama darat. Nah, agar kelestarian pulau itu tetap terjaga, Pemerintah Indonesia menjadikannya taman nasional. Peresmiannya dilakukan pada tahun 1980. Nama taman nasional itu adalah Taman Nasional Komodo (TNK). Untuk diketahui, selain Pulau Komodo, wilayah TNK juga meliputi Pulau Rinca dan Pulau Padar. Luas wilayah TNK sekitar 1817 kilometer persegi. Taman nasional ini berfungsi untuk melindungi hewan komodo beserta lingkungan hidupnya. Pada tahun 1986, TNK diresmikan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Calon Tujuh Keajaiban Dunia TNK terpilih menjadi salah satu calon “Tujuh Keajaiban Dunia Bertemakan Alam”. Keputusan ini dilakukan oleh yayasan New7Wonders Foundation, pada bulan Agustus 2008.

Pihak New7Wonders Foundation telah bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Keduanya sepakat untuk mengenalkan TNK kepada masyarakat umum. Terutama dalam penyampaian TNK sebagai calon “Tujuh Keajaiban Dunia Bertemakan Alam”. Menurut rencana, penyisihan final kegiatan itu berlangsung pada awal tahun 2009. PULAU KOMODO Taman Nasional Komodo atau pulau komodo terletak antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur ini mencakup tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil dengan wilayah darat seluas 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km². Secara administratif kawasan ini terletak di dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Taman Nasional yang ditetapkan sebagai kawasan pelestarian hutan oleh menteri Kehutanan dengan luas 132.572 Ha ini pada awalnya dibentuk dengan tujuan melestarikan spesies komodo atau kadal raksasa yang unik dan langka Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo.

Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu nominator kompetisi voting populer “New 7 Wonder” saat ini cukup mengundang daya tarik. Kontroversi yang menyertai ajang tersebut tentu sama sekali tidak berpengaruh pada upaya-upaya intensif untuk terus menjaga kelestarian taman yang pada 1986 ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia. Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo. Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Komodo yang dikenal dengan nama ilmiah Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora. Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. Komodo ditemukan pada 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional didirikan untuk melindungi mereka. Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial.

Sumber : http://informasiterlengkap.blogspot.com/2011/10/keindahan-pulau-komodo.html

NUSA PENIDA DI BALI


TEMPAT WISATA DI NUSA PENIDA, BALI DENGAN VIEW KEREN

wisata di nusa penida

Sedang di Bali dan sudah puas berwisata disana? Kenapa tidak kalian melanjutkan kunjungan wisata di Nusa Penida?

Rekomendasi berkunjung, bahkan bermalam ke Nusa Penida bukan tanpa alasan, lho! Jika kalian ingin menemukan view pantai dengan laut biru yang luas, Nusa Penida adalah spot yang tepat untuk itu.

Tapi Nusa Penida bukan sekadar pantai, laut dan sunset, kok! Kalian bisa juga menemukan banyak hal menarik lain yang pasti tidak akan membuat kalian mati gaya.

Siapkan kamera, baju berenang dan sunblock kalian dan ayo kunjungi destinasi wisata Nusa Penida – pulau kecil yang menarik dan Instagenik di tenggara Bali. Sembilan tempat ini adalah buktinya. Meluncurrr!

1. View yang istimewa – Pasih Uug a.k.a Broken Beach

Susah menemukan kata-kata yang tepat menggambarkan keistimewaan berada di spot seperti ini. Pemandangannya, batu karangnya, dan yang pasti nuansa dan atmosfer yang disuguhkan memang luar biasa.

Image credit: @souvik_kumars.shyambazar

Di sini, kalian juga bisa mendapatkan spot yang asyik untuk berfoto dan menambah koleksi di akun Instagram.

Image credit: @kurniabahari

Ingin berenang di bawah karang? Sangat tidak direkomendasikan. Bukan hanya karena batu karang tajam yang mengancam, tapi juga ombaknya yang cukup berbahaya. Walau demikian, ada juga yang mencoba menantang maut, lho!

Image credit: @princeofparadise

Broken Beach a.k.a Pasih Uug
Alamat: Bunga Mekar, Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali

2. Raja Ampat versi Bali – Raja Lima, Bukit Atuh

Jika pergi ke Raja Ampat terlalu sulit bagi kalian, kenapa tak berkunjung ke Raja Lima, Bukit Atuh, Nusa Penida?

Image credit: @nocile

Well, ada gugusan karang memesona yang bisa dilihat dari kejauhan. Pasir putih yang lembut juga ada di bibir pantainya.

Image credit: @lamrendy
Image credit: @dsmolla

Kalian juga bisa merasakan keajaiban di sini, yaitu menyaksikan mata air di pinggir laut yang tidak terasa asin dan tak pernah kering. Magic!

Image credit: @yunojunior

Bukit Atuh
Alamat: Penida, Nusa, Pejukutan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali

3. Kolam para bidadari – Angel’s Billabong

Salah satu spot wisata di Nusa Penida yang Instagramworthy banget!

Image credit: @dsmolla
Image credit: @doyouspeakbelgianese

Bayangkan, Anda bisa berbagi tempat dengan para bidadari untuk bermain air di antara batu karang tajam, di tengah kolam alami dengan air yang jernih dan pemandangan yang keren. Asyik sekali, bukan?

Image credit: @heydiparamitha

Angel’s Billabong
Alamat: Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali

4. Dihantam ‘serpihan’ ombak – Pasih Andus a.k.a Smoky Beach

Pantai berbatu karang memang berbahaya sebagai tempat berenang, tapi masih ada daya tarik tersendiri yang bisa kalian nikmati kala berwisata di Nusa Penida.

Image credit: @lulu.cia_

Di Pasih Andus, alias Smoky Beach, kencangnya ombak yang menghantam bebatuan karang memunculkan waterblow dan cipratan yang istimewa.

Image credit: @crabwalkimages

Kalau ingin mengabadikan momen tak biasa ini dengan kamera, dibutuhkan teknik dan anglekhusus untuk menjadikannya spesial. Tapi dijamin, siapa pun yang bisa memenuhi tantangan tersebut, hasilnya akan luar biasa.

Pasih Andus a.k.a Smoky Beach
Alamat: Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali

5. Surganya pecinta diving – Crystal Bay

Kalau ingin menikmati alam bawah laut Nusa Penida, Crystal Bay adalah salah satu spot yang direkomendasikan untuk itu. Salah satu bukti lain banyak tema wisata di Nusa Penida.

Image credit: @ebsc

Airnya yang jernih, ombak yang tenang dan gugusan terumbu karang yang indah menjadi alasan tersendiri mengapa kalian harus mampir di tempat ini. Beragam flora dan fauna laut juga akan memberi warna tersendiri untuk pengalaman diving, atau snorkeling kalian.

Image credit: @felgra_photography

Crystal Bay juga menawarkan pesona panorama pantai yang keren abis. Bersantai di atas pasir putih yang lembut, di antara pepohonan kelapa yang teduh, asyik banget, lho!

Crystal Bay
Alamat: Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali  

6. Pantai tersembunyi dengan pasir putih – Pantai Kelingking

Ada pemandangan luar biasa indah yang tersembunyi di balik terjal dan kokohnya tebing di Nusa Penida.

Image credit: @sophieedelee

Dari puncak bukit, kalian bisa melihat liukan batu karang yang kokoh. Namun bila diperhatikan lebih seksama, di bawahnya terdapat pantai berpasir putih dengan nuansa alami yang luar biasa.

Image credit: @aditbendoth

Perpaduan air laut yang biru, pasir pantai yang putih dan batu karang berwarna hijau, hitam dan putih membuat mata dimanjakan dengan keindahannya.

Pantai Kelingking
Alamat:  Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, Bali

7. Mengejar ikan pari – Manta Bay

Tak ada salahnya menikmati alam bawah laut kala berwisata di Nusa Penida karena kalian akan mendapatkan pengalaman yang istimewa, termasuk mengejar ikan pari (manta).

Image credit: @ryzphoto

Di Manta Bay, yang letaknya tak jauh dari pantai Kelingking, kalian bisa melakukan diving ditemani dengan ikan pari Manta, yang dikenal sangat ramah dan suka bermain di antara para diver.

Manta Bay
Alamat: Nusa Penida, Klungkung, Bali

8. Karang tajam bak gunungan – Pantai Suwehan

Bagi kalian yang kerap mengamati seni wayang, pasti akrab dengan gunungan. Di Pantai Suwehan, bentuk gunungan tersebut terlihat nyata dalam bentuk batu karang.

Image credit: @kuyjalan

Berdiri kokoh di depan pasir putih Pantai Suwehan, gunungan yang dinamai Batu Jineng ini menjadi spot paling dicari karena bentuknya yang ikonik.

Image credit: @kelelawarr

Pantai Suwehan
Alamat: Tanglad, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali

9. Lanskap berbukit yang keren – Teletubbies Hill

Spot wisata di Nusa Penida bukan sekadar pantai, karang dan laut. Ada juga perbukitan yang keren karena lanskapnya yang tidak biasa.

Image credit: @vardiandika

Berada di wilayah Tanglad, kontur perbukitan yang ‘lucu’ ini lebih dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies. Alasannya, ya karena memang bentuknya seperti daerah tempat Tinky Winky, Dipsy, Lala dan Pooh bermain.

Image credit: @fransiscanatalie

Sumber : https://www.tripzilla.id/tempat-wisata-di-nusa-penida/3561

TAMAN NASIONAL BUNAKEN DI SULAWESI UTARA

Taman Nasional Bunaken merupakan taman nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sejak 27 tahun yang lalu. Keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken tidak dapat diragukan lagi, sekitar 58 jenis terumbu karang dan 90 spesies ikan terdapat di kawasan laut taman nasional ini terhitung sejak tahun 1991.

Salah satu penghuni laut yang tidak asing yaitu penyu sisik Hawksbill. Penyu langka ini ditetapkan sebagai penghuni termahsyur di dunia bawah laut Taman Nasional Bunaken. Penghuni laut lainnya yaitu pohon damselfish, clownfish, anggelfish, dan lain sebagainya.

Keanekaragaman hayati yang terdapat di Taman Nasional Bunaken sangatlah memesona karena hampir 70% spesies yang terdapat di dunia ada di taman nasional ini. Spesies kerapu, kakap, dan ikan napoleon juga hidup di sepanjang dinding karang.

Sekitar 20.000 penduduk lokal sangat bergantung pada laut Taman Nasional Bunaken untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Di wilayah taman nasional ini penangkapan biota laut secara ilegal masih sering terjadi dan karang pun rentan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengajukan Taman Nasional Bunaken sebagai Situs Warisan Dunia kepada UNESCO agar mendapatkan perlindungan tambahan.

Taman nasional laut ini juga sangat populer sebagai destinasi wisata alam bagi para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Destinasi wisata ini akan lebih berkembang jika Manado menjadi pusat administrasi dan penelitian Coral Triangle Initiative yang dinaungi oleh enam negara yaitu Filipina, Malaysia, Indonesia, Papua New Guenia, Solomon Island, dan Timor Leste.

Eksotisme-Laut-Bunaken

1. Letak Geografis dan Luas Kawasan

Secara geografis Taman Nasional Bunaken terletak antara 1037′-1047′ LU dan 124004′-124048′ BU. Taman Nasional Bunaken terletak di ujung timur laut Sulawesi, dan secara administratif berada di Kecamatan Wori, Kotamadya Manado, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Taman nasional yang berjarak sekitar 18 km dari Manado memiliki luas sekitar 89.065 ha.

Kawasan taman ini sekitar 97% berupa perairan laut dan sisanya daratan. Pulau yang ada di kawasan taman nasional ini terdiri dari Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Nain, dan Siladen beserta anak pulau di sekelilingnya. Jumlah penduduk yang berada di kawasan tersebut sekitar 21.000 orang.

Kawasan Taman Nasional Laut Bunaken memilki tiga zona utama yaitu zona inti, zona pemanfaatan, dan zona lainnya. Zona inti merupakan wilayah untuk pelestarian alam dan perlindungan habitat. Zona pemanfaatan dimanfaatkan untuk pariwisata alam yang terdiri dari zona pemanfaatan intensif dan zona pemanfaatan terbatas. Pemanfaatan dari segi ekologi dinamis tidak hanya biota laut, habitat, dan ekosistem kawasan, namun juga melibatkan penduduk yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam dan wilayah.

2. Iklim dan Topografi Taman Nasional Laut Bunaken

Lansekap-Taman-Nasional-Laut-Bunaken

Iklim di wilayah ini dipengaruhi oleh iklim muson barat. Diperkirakan selama Bulan November sampai Bulan Maret, akan terjadi angin barat dengan laut yang cukup besar disertai dengan hujan, tetapi masih aman apabila dikunjungi para wisatawan.

Memasuki Bulan April sampai Bulan Oktober terjadi angin dengan gelombang laut cukup tenang dan tidak disertai hujan. Curah hujan berkisar antara 2.000-3.000 mm/tahun dengan hari hujan 90-130. Kelembaban udara mencapai 50%-68%/ tahun dengan suhu 260C-310C.

Taman Nasional Laut Bunaken memiliki kawasan berupa perairan dengan topografi yang beragam mulai dari landai, rataan, hingga curam. Terdapat gunung yang sudah tidak aktif yaitu Gunung Manado Tua dengan ketinggian 400 mdpl dengan hutan lindung di kawasan puncaknya. Terumbu karang juga terdapat di tepi tebing yang curam. Di Pulau Nian terdapat pula karang penghalang yang mengelilingi launa dan terumbu karang.

Meskipun arus laut sering berubah-ubah dan sangat kuat, kawasan ini tidak berpotensi badai. Perairan di teluk ini sangat dalam, Teluk Manado sendiri memiliki kedalaman mencapai 1.566 m dengan air yang masih jernih sehingga mampu memandang hingga 35-40 meter. Suhunya sekitar 270C – 290C dan memiliki tingkat keanekaragaman jenis tinggi.

3. Sejarah Taman Nasional Laut Bunaken

Gunung-Manado-Tua-di-Taman-Nasional-Laut-Bunaken

Taman Nasional Laut Bunaken dalam perkembangannya tidak berdiri secara langsung. Sejarah dari tahapan perkembangan Taman Nasional Bunaken berlangsung secara bertahap. Berikut ini runtutan sejarah terbentuknya Taman Nasional Laut Bunaken.

Tahun 1975

Tahun 1975 mulai ditemukannya kawasan Taman Nasional Laut Bunaken. Keadaannya alamnya masih tenang dan damai memberi nuansa lain dari kehidupan hiruk pikuk kebisingan kota. Kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri dengan keindahan alam yang sungguh memesona.

Tahun 1980

Tahun 1980 berdasarkan surat keputusan Gubernur No. 224 tahun 1980 kawasan Pulau Bunaken dan perairannya dijadikan pengembangan kawasan Wisata Laut Manado (Taman Laut Manado).

Tahun 1984

Tahun 1984 berdasarkan surat keputusan Gubernur No. 201 Tahun 1984 diadakan perluasan kawasan laut Wisata Manado yaitu ditambahkannya Arakan-wawontulap.

Tahun 1986

Tahun 1986 dikelauarkan surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 328/Kpts-II/1986 tentang penetapan Cagar Alam Laut Bunaken Manado Tua yang mencakup Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua serta perairan dan wilayah pesisir di sekitar Tanjung Pisok (sebelah Utara Teluk Manado).

Tahun 1989

Tahun 1989 pada tanggal 1 April dikeluarkan surat pernyataan Menteri Kehutanan No. 444/Menhut-II/1989 tentang penetapan kawasan Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua yang meliputi Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua serta perairan dan pesisir di sekitar Tanjung Pisok dan sekitar Wilayah Pesisir Arakan-Wawontulap. Pada 15 Oktober 1981 dikeluarkan Surat Keputusan Resmi Kehutanan No. 730/Kpts-II/91 untuk mengukuhkan penetapan status Kawasan Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua. Taman Nasioanal Laut Bunaken telah ditetapkan sebagai kawasan Sister Parks(Kerjasama Indonesia-Malaysia).

Tahun 2005

Tahun 2005 Taman Nasioanal Laut Bunaken resmi menjadi warisan dunia yang ditetapkan oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

4. Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem

Terumbu-Karang-Bunaken-yang-Masih-Terjaga

Taman Nasional Laut Bunaken terletak di kawasan segitiga terumbu karang dan menjadi habitat bagi sekitar 390 spesies terumbu karang dan ikan, moluska, reptil, serta mamalia laut. Taman nasional ini merupakan ekosistem laut Indonesia meliputi padang rumput laut, terumbu karang, ekosistem pantai, dan hutan mangrove dengan luas kurang lebih 1.800 Ha.

Hutan mangrove didominasi oleh spesies Rhizosphora sp. dan Eonneratia sp. Rumput laut (Enhalus sp. dan Thalassia hemprichii) tumbuh di sekitar rataan terumbu karang di zona perairan dangkal. Rumput laut menjadi tempat habitat ikan-ikan kecil dan udang-udangan (crustacea) serta menjadi sumber pakan bagi hewan herbivora dan karnivora, seperti bulu babi, ikan duyung, penyu laut, lobster, moluska, burung laut, dan jenis ikan lainnya. Jenis alga yang tumbuh di ekosistem aquatik yaitu Caulerpa, Halimeda, dan Padina.

Ekosistem terestrial meliputi hutan hujan tropis di puncak Gunung Manado Tua berupa lahan kebun, ladang, dan permukiman. Di kawasan aquatik terdapat sekitar 70 genus karang yang didominasi oleh spesies Caulerpa racemosa, Halodule univervis, Pocillopora sp., Seriattopora sp., Porites sp., Fungia sp., Herpolitha sp., Halomitra sp., Galaxea sp., Pectinia sp., Lobophylia sp., Echinopora sp., Leptoria sp., Tubastrea sp., Acropora sp., Turbinaria sp., Millepora sp., Montipora sp.dan Thalassodendron ciliatum.

Kawasan terumbu karang memiliki luas sekitar 8.000 ha terdiri dari fringing, barrier, dan patch reefdengan kondisi yang masih baik. Seluruh pulau di sekitar taman nasional dikelilingi oleh rataan terumbu (reef plat), kecuali pulau Manado Tua.

Penyu-di-TNLB

Wilayah laut terbuka didominasi oleh jenis fitoplankton dan zooplankton, serta jenis biota akuatik, seperti ikan duyung (Dugong dugon), kima raksasa (Tridacna gigas), kima pasir (Hippopus hippopus), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Cypraea sp.Conus sp., Trochus sp., Torbus sp., Balistoides niger., Euxiphipopsnar vacha sp., ikan hias seperti Hippocampus sp., Lucanids lethrinidsCarangids, Singanids, ikan kakatua (Bolbometopon muricetum), Anthias sp., Aulostomus chinensis, Balistidae, Blenniidae, Caesionidae, Carangidae, Chaetodontidae, Dasyatididae, Ephippidae, Haemulidae, Labridae, Latimeria menadoensis, Lutjanidae, Mobulidae, Murenidae, Platycephalidae, Scaridae, Scorpanidae, Selachii, Sphyraenidae, Syngnathidae, Tetradontidae, dan Zanclus cornutus.

Habitat di daratan dikelilingi tumbuhan palm, sagu, woka, silar, dan kelapa. Pohon mangga, pisang, dan pohon buah-buahan lain tersebar di sekitar kawasan taman nasional dan menjadi sumber pakan untuk burung dan kelelawar. Daerah pantai pun menjadi habitat dari berbagai jenis burung.

Di kawasan berhutan terdapat yaki atau monyet hitam sulawesi (Macaca nigra), kuskus beruang (Ailurops/ Phalanger ursinus), kuskus kerdil sulawesi (Strigocuscus celebensis), tarsius (Tarsius spectrum), babi sulawesi (Sus celebensis), kadal (Mabuya multifasciata), ular hijau (Ahaetulla prasina), dan ular laut (Laticauda colubrina).

5. Penduduk Sekitar dan Budayanya

Permukiman-di-Sekitar-Taman-Nasional-Laut-Bunaken

Penduduk lokal berasal dari tujuh kelompok etnik. Penduduk berasal dari suku yang berbeda-beda, di antaranya mayoritas berasal dari Sangihe. Suku lainnya berasal dari Gorontalo, Minahasa, Bajo, dan Bugis. Interakasi antar suku relatif tinggi sehingga friksi yang terjadi kemungkinan sangat rendah.

Melayu-Minahasa adalah bahasa penghubung (lingua franca) antar penduduk. Penduduk dapat memberikan akses sumber daya kepada nelayan dari kawasan luar.

Penduduk sering memberikan nama semua daerah yang dimanfaatkan oleh nelayan, seperti terumbu karang, teluk, ceruk, dan tanda alam lainnya.

Mata pencaharian penduduk bersifat musiman, pada musim hujan yaitu Bulan September-Desember melakukan kegiatan pertanian. Memasuki bulan kemarau pada Bulan Januari-Juli umumnya penduduk melaut. Sejumlah sekitar lebih dari 60% penduduk umumnya memiliki pekerjaan sebagai petani. Namun, tetaplah perikanan menjadi aktivitas utama penduduk, seperti pemanfaatan rumput laut (Euchema sp.) terutama di Pulau Nain.

Pemanfaatan wilayah wisata oleh penduduk lokalnya bergantung pada pola nafkah dan aspek sosialnya. Kepemilikan tanah di dalam kawasan bersifat tradisional dan belum memilki sertifikat resmi. Kalangan masyarakat lokal di sekitar kawasan tidak mengenal kepemilikan tradisional atau sistem tenure atas sumber daya atau habitat pesisir laut.

Pemanfaatan tanah untuk lahan kebun yang ekstensif terdapat di Pulau Manado Tua dan Bunaken, berupa kelapa, sayuran, dan tanaman pangan (sperti singkong dan umbi). Siklus pemanfaatan tanah di Pulau Siladen didominasi oleh lahan-lahan kebun kelapa. Pulau Mantehage ditanami tumbuhan kombinasi antara lahan kebun kelapa dan ladang.

Di Pulau Nain didominasi oleh kegiatan bertani rumput laut dan perikanan. Terdapat pula penangkapan ikan dan terumbu karang dengan praktik bubu, panah, jaring sederhana, dan pancing.

Penduduk lokal tersebar di lima pulau besar meliputi pulau yang dihuni oleh Suku Minahasa, Suku Sangir Talaud, dan Suku Bajau. Sebagian besar penduduk lokal menganut agama Kristen Protestan.

Kebudayaanya mayoritas di dominasi oleh Suku Talaud yang menyebut kepala dengan sebutan Opo lao. Adat tradisional suku Talaud yang masih terjaga hingga sekarang yaitu melakukan selamatan rumah baru dengan upacara Masamper.

Upacara ini dilakukan dengan cara menyanyi sambil menyentakkan kaki dengan syair lagu yang cukup panjang dan melakukan tari Ampa Wayer. Tarian ini meniru-niru pesawat terbang dan biasanya disertai dengan minum alkohol.

Selain itu, adat tradisional Minahasa yaitu Miramba berupa tarian yang memuja Tuhan atas kebaikan dan berkahnya. Kebudayaan penduduk sebagian besar dipengaruhi oleh budaya kota Manado, yaitu budaya Minahasa. Budaya adat tradisional Minahasa lainnya antara lain tari Maengket danCakalele yang sering digunakan pada acara resmi kenegaraan, menyambut tamu, dan pengukuhan kepala adatnya, yaitu Tonaas.

DANAU TOBA DI SUMATERA UTARA


Menikmati Danau Toba dari Bukit-bukit Samosir

Danau vulkanik terbesar di dunia, dikelilingi perbukitan hijau di 7 kabupaten. Cara terbaik untuk menikmati pemandangan danau yang sangat besar ini, dari perbukitan di sekelilingnya.

Danau Toba, danau terbesar di Indonesia ini menyimpan banyak keindahan dan misteri. Danau Toba sebenarnya adalah kaldera, danau vulkanik terbesar di dunia, terbentuk akibat letusan Gunung Api Purba Toba. Di tengahnya terdapat pulau Samosir, memiliki panjang 100 km, lebar 30 km serta kedalaman 500 meter.

Danau Toba dikelilingi oleh tujuh kabupaten, bisa dicapai dari Medan dengan kurang lebih 4 jam perjalanan darat. Tapi mulai Agustus 2018 ini dengan dibukanya Bandar Udara Silangit, di Siborong-borong, Danau Toba akan makin mudah dicapai. Dari bandara di Tapanuli Utara ini, Danau Toba bisa dicapai hanya dalam 30 menit sampai 1 jam perjalanan darat.  

Bukit Teletubbies Dan Air Terjun
Danau Toba berada di tengah alam pegunungan Sumatera Utara. Danau Toba memiliki pesona yang memikat, dinikmati dari sisi manapun. Karena begitu luasnya, salah satu cara terbaik untuk menikmati Danau Toba adalah dari ketinggian. Tak sulit, karena Danau Toba dikelilingi oleh perbukitan cantik.

Salah satunya, Bukit Holbung yang terkenal dengan Bukit Teletubbies, di Desa Janjimarhatan, Samosir. Atau Bukit Indah Simarjarunjung di desa Butubayu Pane Raja, Dolok Pardamean, Simalungun. Bukit Indah Simarjarunjung menyuguhkan rumah-rumah pohon. Landscape Danau Toba dan perbukitan yang mengelilinya bisa dinikmati membentang, tanpa halangan di Bukit Indah Simarjarunjung ini.

Selain dua bukit tersebut, keindahan Danau Toba juga bisa dinikmati melalui Huta Ginjang di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara. Huta Ginjang  merupakan perbukitan yang ditumbuhi pinus, pas buat pengunjung yang ingin bersantai menghirup segarnya udara hutan pinus sambil menikmati keindahan Danau Toba dari atas bukit.

Selain bukit-bukit nan elok, Danau Toba juga memiliki banyak air terjun di sekelilingnya. Masih di komplek Danau Toba, air terjun Situmurun Binangalom di desa Binangalom, Lumbanjulu, Toba Samosir. Kata Binangalom berasal dari nama sebuah sungai, yaitu Lum. Lum atau Lom dalam bahasa Batak Toba dapat diartikan sebagai air penyejuk hati. Air terjun ini tergolong unik, karena airnya langsung jatuh ke Danau Toba. 

Jangan sampai lewatkan juga, pantai Paropo di kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Bayangkan, pantai di ketinggian, dikelilingi perbukitan hijau di tepian Danau Toba. Di pantai ini terdapat camping ground dan tempat untuk memancing.

Tak jauh dari Danau Tobam di Pakpak Barat, ada air terjun Lae Mbilulu. Air terjun ini berada di Desa Prongiljulu, Tinada. Air terjun setinggi 40 meter di kaki Bukit Barisan ini konon merupakan tempat persembahan bagi penunggu air terjun.

Berkunjung ke Danau Toba tak akan lengkap tanpa membawa produk khas Toba, ulos. Kini kain dan berbagai produk khas Danau Toba makin lengkap dengan adanya Batikta. Ya, Batikta, sebuah tempat belanja produk cenderamata dan oleh-oleh yang baru diresmikan.  Batikta berasal dari kata Batik Ni Huta yang berarti Batiknya Kita. Batikta melengkapi souvenir khas Danau Toba yang sangat kental dengan karakter Batak.

sumber : https://pesona.travel/keajaiban/76/menikmati-danau-toba-dari-bukit-bukit-samosir

GUNUNG BROMO DI JAWA TIMUR

Keindahan Gunung Bromo dan Wisata Indah Di Sekitarnya

Keindahan Gunung Bromo dan Wisata Indah Di Sekitarnya

ByG-TRAVELER81 Telah dibaca: 7,391

Berdiri kokoh setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut, Gunung Bromo menyimpan keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Gunung berapi yang masih aktif ini secara administratif berada di empat wilayah kabupaten di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo. Hal ini memudahkan wisatawan untuk datang dari arah manapun. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan telah menjadi tempat wisata paling terkenal di provinsi Jawa Timur. Taman nasional seluas 800 km persegi ini melingkupi kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Pemandangan Gunung Bromo

Pemandangan Gunung Bromo, sumber: anekatempatwisata.com

Pemandangan Gunung Bromo

Pemandangan Gunung Bromo, sumber: http://www.flickr.com

Gunung ini terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya yang indah. Untuk bisa menyaksikan fenomena ini, para wisatawan harus naik ke Puncak Penanjakan yang merupakan lokasi terbaik untuk dapat melihat matahari terbit. Jika menginap di sebuah penginapan anda dapat berpesan kepada pemilik penginapan untuk dibangunkan di pagi, karena keesokan harinya sekitar jam 2 dini hari, anda akan dibangunkan untuk persiapan mendaki. Rasa lelah karena mendaki akan terbayar lunas dengan pemandangan matahari terbit yang luar biasa. Saat matahari perlahan merangkak naik, susasana akan sangat tenang dan hanya terdengar bunyi jepretan kamera wisatawan.

Pemandangan Sunrise Gunung Bromo

Pemandangan Sunrise Gunung Bromo, sumber: anekatempatwisata.com

Gunung Bromo memiliki kawah dengan panjang diameter sekitar 800 meter dari utara ke selatan dan 600 meter dari barat ke timur. Dengan kandungan belerang yang ada di kawah, tak mengherankan jika bau belerang cukup tajam tercium saat anda berada berdiri di tepiannya. Untuk dapat menikmati keindahan kawah ini, anda harus menaiki 250 anak tangga terlebih dahulu. Jika ini terdengar melelahkan, tersedia kuda-kuda milik warga sekitar yang bisa anda sewa.

Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3-20 derajat Celcius, bahkan bisa mencapai suhu minus 0 derajat Celcius. Untuk itu, siapkan pakaian hangat, sarung tangan, syal dan penutup kepala. Jika anda lupa membawa perlengakapan tersebut, tak usah khawatir karena anda bisa menemukan pedagang di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo.

Jika Anda belum menemukan alasan yang kuat untuk mengunjungi Gunung Bromo, maka silakan simak beberapa hal menarik seputar gunung ini terlebih dahulu.

Suku Tengger

Suku Tengger

Suku Tengger, sumber: riyanjono.com

Pasir Berbisik

Pasir berbisik di Gunung Bromo

Pasir berbisik di Gunung Bromo, sumber: http://www.agentwisatabromo.com

Pasir Berbisik merupakan lautan pasir yang berada di atas ketinggian. Lautan pasir ini terbentang 10 Km dan berada tak jauh dari tangga menuju kawah Gunung Bromo. Penduduk setempat menyebutnya sebagai Segara Wedi. Nama Pasir Berbisik adalah nama yang diberikan karena tempat ini pernah menjadi lokasi syuting film dengan judul yang sama. Selain itu, saat angin berhembus, pasir akan berterbangan dan menimbulkan bunyi lirih seperti suara orang yang sedang berbisik.

Untuk dapat menikmati keindahan Pasir Berbisik ini, Anda bisa berjalan kaki menyusuri butiran pasirnya atau dengan menyewa kuda yang telah siap di sekitar lokasi. Jangan lupa untuk memakai masker penutup mulut dan kacamata lebar. Hal ini dikarenakan pasir yang berterbangan tertiup angin bisa mengganggu kenyamanan anda.

Bukit Teletubbies

Bukit Teletubbies di Gunung Bromo

Bukit Teletubbies di Gunung Bromo, sumber: http://www.pegipegi.com

Anda pernah mendengar kata Teletubbies? Mungkin pikiran anda langsung tertuju pada serial televisi anak yang diperankan oleh karakter Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, Po. Serial televisi ini pernah sangat populer di Indonesia dan terkenal dengan kata “berpelukan”. Di setiap tayangannya, terdapat adegan yang mengambil lokasi di sebuah perbukitan hijau dan indah. Bukit itulah yang menginspirasi pemberian nama pada perbukitan yang berada tak jauh dari Gunung Bromo ini. Bukit Teletubbies sebenarnya merupakan padang rumput dan perbukitan yang berada di sebelah selatan Gunung Bromo. Bentuknya yang menyerupai sebuah kubah raksasa akan mengingatkan anda pada serial film Teletubbies.

Sumber : http://katalogwisata.com/keindahan-gunung-bromo-dan-wisata-indah-di-sekitarnya#.XWP1SyMzY2x

RAJA AMPAT DI PAPUA BARAT

Mengenal Keindahan Kepulauan Raja Ampat

Mengenal Keindahan Kepulauan Raja Ampat

ByG-TRAVELER8 Telah dibaca: 1,663

Kepulauan Raja Ampat merupakan destinasi wisata yang terletak di wilayah Papua. Wisata ini sudah dikenal oleh seluruh dunia karena keindahan alamnya yang sangat mempesona. Salah satu hal yang mengangkat nama objek wisata Raja Ampat adalah dengan adanya film dokumenter yang dibuat oleh Avant Premiere dengan judul “Edis Paradise 3”, dimana dalam film tersebut menceritakan keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang berada di kawasan Papua. Kawasan wisata Raja Ampat saat ini dijuluki sebagi kawasan Amazon Lautan Dunia. Julukan tersebut diberikan karena letak dari tempat wisata ini yang berada dipusat segitiga karang dunia. Wisata Kepulauan Raja Ampat berada dikawasan teritorial Papua Barat, yang merupakan sebuah gugusan pulau yang tersebar dengan jumlahnya berkisar 610 pulau, akan tetapi hanya ada 35 pulau yang dihuni oleh penduduk.

Kepulauan Raja Ampat

Indahnya Kepulauan Raja Ampat, sumber: indonesia.travel

Para wisatawan yang berasal dari penjuru dunia sengaja datang kesini untuk menikmati keindahan pulau dan keunikan wisata bawah lautnya, serta menjelajahi dinding – dinding bawah laut dengan cara menyelam. Disini wisatawan juga bisa mengarungi gugusan kepulauan besar dan kecil, pegunungan, hutan tropis, untaian karang laut, pantai pasir putih serta keaneka ragaman kehidupan satwa yang ada di kawasan wisata Raja Ampat. Memang boleh dikatakan kalau kekayaan alam seperti ini sangat jarang sekali ada, jadi bersyukur sekali apabila Indonesia memiliki anugrah yang sulit untuk dilukiskan dengan kata – kata.

Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat, sumber: backpack.vacations

Daerah Raja Ampat merupakan daerah kepulauan, yang memiliki sarana transportasi angkutan laut. Transportasi ini digunakan baik untuk menjangkau ibu kota kabupatennya yang terletak di Waisai ataupun sebaliknya. Dengan empat pulau utama yang berada dikawasan ini menjadikan keunikan tersendiri bagi Anda yang berkunjung ke Kepulauan Raja Ampat. Empat pulau yang dimaksud adalah Batanta, Misool, Salawati dan Waigeo. Sebutan atau nama dari Raja Ampat sendiri diambil dari mitos penduduk sekitar yang apabila diartikan kedalam bahasa indonesia mempunyai makna Empat Raja.

Pulau Misool

Pulau Misool, sumber: http://www.indonesia.travel

Mitos atau Legenda dari Raja Ampat sediri muncul dari masyarakat sekitar dan memiliki beberapa versi cerita yang diwariskan secara turun – temurun dari generasi ke generasi mengenai cerita legenda asal – usul nama Raja Ampat sendiri. Adapun salah satu versi cerita legenda dari Raja Ampat yang beredar di kehidupan masyarakat asli sekitar adalah sebagai berikut.

Dahulu kala terdapat sepasang suami istri yang hidup dengan sederhana di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, pasangan suami tersebut mempunyai pekerjaan sebagai perambah hutan, yang kegiatan sehari – harinya pergi untuk mencari bahan makanan. Mereka bahu membahu menyusuri hutan agar cepat mendapatkan apa yang mereka harapkan. Kemudian dalam perjalanannya mereka sampai di tepi Sungai Waikeo, dan beristirahat melepas lelah. Selama mereka beristirahat mereka melihat lima butir telur yang letaknya tidak jauh dari mereka beristirahat. Setelah itu mereka dekati dan ternyata telur – telur tadi dipercaya merupakan telur dari seekor naga. Karena merasah menemukan telur – telur yang aneh, mereka membungkus dalam sebuah noken atau kantong dan membawanya pulang ke rumahnya. Setelah sampai rumah telur – telur yang mereka temukan tadi disimpan di dalam kamar.

Waktu mulai berganti dan malampun mulai datang, telur – telur yang tadi mereka simpan didalam kamar mengeluarkan suara bisikan, merekapun penasaran dan mencoba mengintip dari balik pintu kamar. Setelah mereka melihat kejadian tersebut, betapa kagetnya sepasang suami istri tadi, karena melihat kelima telur yang disimpan menetas dan berwujud empat anak laki – laki dan satu perempuan. Kelima anak tadi memakai pakaian halus yang menandakan bahwa mereka adalah keturunan dari seorang Raja.

Hingga saat ini, siapa yang memeberi nama kepada kelima anak yang dilahirkan dari telur naga tersebut belum jelas, akan tetapi masyarakat sekitar mengetahui masing – masing anak tadi bernama sebagai berikut :

  1. Betani yang kemudian menjadi raja Salawati.
  2. Dohar menjadi Raja Lilinta ( Misool ).
  3. Mohamad menjadi Raja Waigama ( Batanta ).
  4. War Menjadi Raja di Waigeo.
  5. Pintolee anak perempuan yang setelah tumbuh dewasa ditemukan sedang hamil dan mengeluarkan dua buah telur. Setelah diketahui oleh kakak – kakak Pintolee, satu telur yang dia lahirkan diletakan dalam kulit kerang, dengan ukuran besar ( Kulit Bia ) dan kemudian dihanyutkan hingga terdampar disebuah pulau yang diberi nama Pulau Numfor. dan yang satunya, tidak menetas dan berubah menjadi batu yang kemudian diberi nama Kapatnai. Batu itu diperlakukan seperti raja oleh penduduk sekitar, dan diberi ruangan tempat untuk bersemanyam serta diletakan pula dua buah batu sebagai pertanda pengawalan terhadap persemayaman tersebut. Sampai saat ini masyarakat sekitar masih menghormati keberadaan persemayaman tersebut dan menjadi objek pemujaan.

Pada umumnya, rute yang ditempuh oleh para pengunjung atau wisatawan untuk sampai di lokasi wisata Raja Ampat adalah dengan melakukan perjalanan udara, lalu menuju ke kota Sorong – Papua Barat (Domine Edward Osok). Di bandara ini tidak ada jalur penerbangan internasional yang bisa langsung menuju ke Domine Edward Osok. Jadi, apabila Anda yang datang dari luar negeri, Anda harus transit terlebih dahulu di Jakarta, Surabaya, Denpasar atau Makasar. Dan apabila Anda ingin menempuh jalur terpendek, Anda dapat transit di Ujung Pandang dan memakan waktu sekitar 5 jam 15 menit untuk sampai di kota Sorong.

Speed boat

Speed boat yang dapat disewa sebagai sarana transportasi, sumber: thejournay.com

Kemudian dari kota Sorong, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan taxi menuju ke palabuhan rakyat untuk menuju ke ibukota Raja Ampat (Waisai).  Setelah itu, perjalanan Anda akan dilanjutkan kembali dengan menggunakan transportasi Kapal Ferry atau bisa menyewa speed boat dan disarankan  di pelabuhan ini Anda harus menyediakan perbekalan seperti air mineral, makanan instan dan lain sebagainya, karena di Waisai sendiri yang merupakan Ibu Kota dari Raja Ampat ini harga keperluan perbekalan semakin mahal. Di pelabuhan ini ada dua kapal ferry yang melayani jalur perjalanan dari Sorong ke Waisai, dan biasanya berangkat setiap pukul 14.00 WIT, kemudian kapal lain akan berangkat sekitar 1 – 2 jam kemudian. Perjalanan akan memakan waktu 4 – 5 jam untuk sampai di pelabuhan Waisai.

Akan tetapi bagi Anda yang mempunyai keinginan menyewa speedboat, waktu yang sangat ideal untuk menyeberang adalah sebelum air laut naik, yang biasanya di akibatkan gelombang pasang atau sekitar sebelum pukul 12.00 WIT. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan, karena besar speedboat lebih kecil daripada kapal sehingga sangat mudah terguncang oleh ombak. Kemudian yang menjadi catatan bagi Anda adalah patuhilah instruksi dari Nahkoda kapal apabila menginstruksikan menunda perjalanan menuju ke pelabuhan Waisai karena cuaca buruk, gelombang pasang atau masalah lainya. Memang rute perjalanan menuju ke Raja Ampat sangatlah rumit. Akan tetapi, pemerintah setempat berjanji akan mengembangkan bandar udara di Waisai yang bernama Bandar Udara Marinda, yang nantinya bisa mempermudah akses menuju ke Raja Ampat.

Setelah sampai di pelabuhan Waisai, perjalanan dilanjutkan untuk ke kota dimana Anda dapat dengan mudah mencari penginapan disana. Akan tetapi sebelumnya harus mendatangi kantor Depbudpar setempat, untuk membayar biaya konservasi yang wajib dikenakan bagi setiap wisatawan yang mengunjungi ke wilayah Raja Ampat. Setelah itu baru Anda dapat mencari tempat penginapan.

Destinasi wisata kepulauan Raja Ampat banyak menawarkan pesona keanekaragaman hayati, yang boleh dibilang cukup melimpah. Disini Anda bisa menemukan sekitar 540 jenis karang dan 1.511 spesies ikan. 75% species karang yang ditemukan di seluruh Dunia ada disini, yang jumlahnya sekitar 10 kali lipat jumlah jenis karang yang pernah ditemukan di seluruh karibia. Anda juga akan menemukan 27 species ikan langka yang hanya ada di Raja Ampat. Selain itu disini juga terdapat 5 species penyu laut langka, 13 species hewan mamalia laut, dan 57 species udang mantis. Jadi bisa dibayangkan keunikan yang dimiliki oleh destinasi wisata ini.

Pesona pemandangan laut yang elok, yang dapat Anda lihat baik itu dari bawah dan atas laut akan membuat Anda terhipnotisa. Untuk itu sebaiknya Anda tidak melewatkan moment berharga pada waktu berkunjung kesana. Kondisi ini ini didukung oleh struktur tanah yang endemik, kekayaan biota laut serta kebudayaan dan kearifan penduduk lokalnya. adapun kegiatan yang bisa anda lakukan di Raja Ampat adalah sebagai berikut :

  1. Menjelajahi pulau Raja Ampat dengan menggunakan perahu.
  2. Melakukan permainan kayak.
  3. Menyelam untuk menyaksikan sisa – sisa reruntuhan kapal di bawah laut.
  4. Menikmati indahnya pulau – pulau karang (karst) di sekitar Pulau Wayag.
  5. Mengunjungi burung cenderawasih merah khas Papua Barat.
  6. Memancing secara tradisional Papua.
  7. Memberi makan kuskus.
  8. Menjelajahi gua kelelawar (bukan kelelawar varietas Dark Knight).
  9. Membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh pengrajin Asmat.
  10. Snorkeling.
  11. Trekking untuk menemukan air terjun.
  12. Melihat Hantu laut

Kuliner yang bisa Anda nikmati di Raja Ampat adalah seafood atau hidangan laut. Biasanya pihak penyelenggara diving telah menyediakannya. Menu masakan di Raja Ampatpun juga bermacam – macam, mulai dari menu tradisional sampai internasional yang tentunya diracik langsung oleh masyarakat setempat. Salah satu contoh dari makanan khas dari Raja Ampat adalah  sub ikan kuning. Biasanya makanan khas Raja Ampat banyak disediakan di banyak rumah makan Indonesia yang berada di Kota Waisai. Akan tetapi apabila Anda ingin memberikan oleh – oleh untuk keluarga di rumah berupa benda. Anda dapat membeli oleh – oleh khas Raja Ampat antara lain :

  1. Kain tradisional
  2. Kerajinan Anyaman
  3. Patung suku Asmat
  4. Alat musik tradisional
  5. Tambur (drum tradisional)
  6. Suling

Souvenir – souvenir diatas dapat Anda dapatkan di toko – toko souvenir yang banyak terdapat di Kota Waisai dan juga kota – kota di Papua lainya. Apabila Anda membeli souvenir di kota Papua, maka akan meringankan beban Anda untuk membawa barang bawaan Anda dari Raja Ampat

Sumber : http://katalogwisata.com/mengenal-keindahan-kepulauan-raja-ampat#.XWPxTyMzY2w

CANDI BOROBUDUR DI JAWA TENGAH

proses pembangunan candi borobudur

Sejarah Candi Borobudur, Asal Usul, Pendiri, Gambar Dan Penjelasannya

by Arifin Saddoen

Sejarah Candi Borobudur – Candi Borobudur merupakan salah satu Candi terbesar di Indonesia. Candi borobudur merupakan salah satu Candi Buddha yang terletak di Magelang, provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur terletak kurang lebih 40 km di sebelah barat laut kota jogja. Dengan kendaraan umum, mobil dan sepeda motor hanya memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja.

Candi Borobudur di bangun pada masa penganut ajaran Buddha Mahayana tepatnya sekitar tahun 750-800 an Masehi. Candi Borobudur pun masuk dalam 7 keajaiban dunia, selain karena menjadi yang terbesar, Candi Borobudur menjadi Candi Buddha yang tertua karena di bangun jauh sebelum Candi Angkor Wat di Kamboja yang masih baru dibangun kira-kira pada pertengahan abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II.

Sejarah menyebutkan, pastinya, Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Sedangkan untuk asal-usulnya, Candi Borobudur pun masih diliputi misteri dan menyebabkan banyak pertanyaan mengenai siapa pendiri awalnya.

Contents [show]

Letak Candi Borobudur

letak candi borobudur
bagusmerapat.blogspot.com

Lokasi Candi Borobudur sendiri terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Untuk alamat pasti dan lengkapnya, Candi Borobudur berada di Jalan Badrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur sendiri berada di tengah-tengah dan sangat strategis.

Candi Borobudur berada sekitar 100 km dari kota Semarang, jarak 86 km dari Surakarta dan berjarak 40 km dari DI. Yogyakarta.

Sejarah Candi Borobudur

sejarah candi borobudur
http://www.zonareferensi.com

Candi Borobudur memiliki catatan sejarah yang panjang. Candi Borobudur dibangun pada saat masa pemerintahan dinasti Syailendra tepatnya ketika masa banyak pengikut ajaran agama Buddha Mahayana.

Berikut akan dibahas mengenai sejarah asal usul dibangunnya Candi Borobudur, mulai dari awal mula berdirinya, penemuannya kembali hingga tentang proses pemugaran Candi Borobudur kembali.

Asal Usul Candi Borobudur

asal usul candi borobudur
waktuku.com

Nama Candi Borobudur sendiri berasal dari kata bara dan budur. Dalam istilahnya, bara memiliki arti kompleks biara dan kata budur yang mempunyai arti atas. Yang kemudian, jika digabungkan menjadi kata barabudur dibaca borobudur yang berarti kompleks biara di atas.

Sesuai dengan namanya juga, Candi Borobudur terletak tepat di atas sebuah bukit sebagai komplek biara yang sungguh megahnya.Tidak ada yang tahu siapa pasti yang membangun Candi Borobudur. Tidak ada bukti tertulis maupun bukti-bukti lainnya yang menjelaskan sejarah pasti tentang Candi Buddha terbesar ini. Setelah penemuannya, para peneliti hanya memperkirakan bahwa Candi Borobudur dibangun antara tahun 750-800 an Masehi.

Perkiraan waktu pembangunan ini pun didasarkan pada perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga Candi Borobudur dengan jenis aksara umumnya yang digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9 Masehi.Dasar ini kemudian memperkirakan bahwa Candi Borobudur dibangun pada masa kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah yang bertepatan antara kurun waktu 760 sampai dengan 830 Masehi.READ  Revolusi Perancis: Latar Belakang, Proses dan Dampaknya

Memilih lokasi di atas perbukitan tinggi, kompleks biara Candi Borobudur melalui proses pembangunan dengan memakan waktu dari 75 sampai dengan 100 tahun lebih lamanya. Candi Borobudur pun diperkirakan baru benar-benar rampung 100 persen pada masa pemerintahan Raja Samaratungga pada tahun 825.

Pendiri Candi Borobudur

pendiri candi borobudur
kumpulan.info

Siapakah yang membangun Candi Borobudur pada masa itu? Catatan sejarahpun tidak mampu memberikan bukti dan perkiraan siapa pasti yang pendiri awal Candi Borobudur. Catatan sejarah hanya menyebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra.

Meski dikenal sebagai Candhi Budha  namun sebenarnya sempat ada ketidakjelasan Candi Borobudur merupakan peninggalan agama apa, apakah peninggalan agama Buddha ataukah Hindu pada waktu itu.

Dalam sejarah, diketahui bahwa masyarakat pada masa dinasti Syailendra adalah penganut agama Buddha ber-madzhab atau beraliran Mahayana yang taat. Kendati demikian, pada temuan yang didasarkan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa awalnya mereka mungkin beragama Hindhu Siwa.

Di Jawa, masa itu, banyak sekali terjadi pembangunan berbagai candi Hindu di dataran Kedu. Beberapa contoh misalnya, seperti Candi suci Shiwalingga yang lokasi nya pun berdekatan atau berada di sekitar kawasan Candi Borobudur. Meski begitu umumnya kemudian Candi Borobudur disepakati menjadi candi peninggalan kerajaan Buddha.

Meski sejarah menyebutkan juga bahwa Candi Borobudur sendiri dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan dibangunnya candi-candi di Dataran Prambanan, meskipun Candi Borobudur selesai dibangun lebuh dahulu sekitar tahun 825 an Masehi.

Proses Pembangunan Candi Borobudur

proses pembangunan candi borobudur
http://www.misterifaktadanfenomena.com

Candi Borobudur awal mulanya adalah berupa rancangan bangunan berupa stupa tunggal yang sangat besar yang memahkotai puncaknya. Namun karena pertimbangan bahwa stupa akan terlalu besar dan berat yang beresiko membahayakan jika diletakkan di puncak, maka kemudian stupa tersebut dibongkar dan digantikan dengan tiga barisan stupa dengan ukuran kecil dan satu stupa induk seperti sekarang ini.

Megahnya bangunan Candi Borobudur sendiri terbagi ke dalam 10 tingkat yang berbentuk punden berundak. Filosofi yang terkandung pada 10 tingkat bangunan Candi Borobudur tersebut adalah untuk melambangkan tahap dan proses hidup manusia.

Bangunan Candi Borobudur memiliki enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya mempunyai atau terdapat pelataran melingkar. Pada dinding Candi juga dihiasi dengan kira-kira 2.672 panel relief serta terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama Borobudur yang paling besar terletak di tengah sekaligus menjadi mahkota di puncak bangunan ini.

Stupa puncak tersebut pun dikelilingi oleh tiga barisan dari 72 stupa berlubang yang terdapat arca Buddha yang duduk bersila di tengah-tengah bunga teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Adapun proses tahapan-tahapan dalam pembangunan Candi Borobudur adalah sebagai berikut:

  • Tahap Pertama

Pada tahap pertama pembangunan Candi Borobudur, pembangunan dilakukan dengan meletakkan pondasi dasar bangunan Candi. Karena tidak tahu kapan pasti Candi Borobudur dibangun, tahap awal pembangunan kira-kira dimulai pada tahun 750 an Masehi. Candi Borobudur dibangun di atas kontur perbukitan tinggi, yang mana pada bagian bukit yang paling puncak diratakan guna membentuk pelataran datar yang luas.

Bahan bangunan dasar Candi Borobudur adalah terbuat dari batuan andesit, namun ini tidak seluruhnya. Untuk membentuk pondasi dasar Candi Borobudur, tanah pada bagian bukit dipadatkan dan ditutup material struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah.

Bagian bukit yang tersisa ditutup dengan struktur batu lapis demi lapis. Candi Borobudur pada awalnya memiliki rancangan bangunan yang sama persis dengan tingkatan bersusun piramida. Namun kemudian susunan ini diubah dan diganti dengan rancangan tiga undakan pertama yang menutup struktur asli bangunan piramida yang diubah.

  • Tahap Kedua

Untuk tahap selanjutnya, tahan kedua pembangunan, Candi borobudur tidak memakan banyak proses pembangunan yang lama. Karena pada tahan kedua ini hanya dilakukan proses penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undakan melingkar.

Kemudian setelahnya, di atasnya langsung dibangun sebuah stupa induk atau tunggal yang sangat besar. Stupa besar ini kemudian yang menjadi mahkota pada puncak Candi Borobudur.

  • Tahap Ketiga

Pada tahapan ini rancangan bangunan Candi Borobudur mengalami perubahan. Undakan yang terletak di atas puncak dengan stupa induk yang memahkotai puncaknya dibongkar dan diganti menjadi tiga undakan lingkaran kecil. Pada undakan ini kemudian stupa-stupa kecil dibangun berbaris dan melingkar.

Lalu, pada pelataran undak-undak tersebut, diletakkan stupa induk tunggal di tengah-tengahnya menjadi mahkota puncak yang baru. Perubahan undak stupa ini dikarenakan stupa lama terlalu besar dan berat serta beresiko sehingga diganti tiga stupa kecil dan satu stupa induk.

Rancangan bangunan yang diubah juga menyebabkan pondasi candi juga agak diperlebar dan diperluas. Kemudian di kaki asli bangunan Candi Borobudur juga dibangun kaki tambahan. Kaki tambahan ini gunanya untuk menutup relief Karmawibhangga.

  • Tahap keempat

Pada tahapan akhir, yaitu tahap keempat pembangunan hanya dilakukan sekedar perubahan-perubahan kecil dan tahap penyelesaian(finishing). Perubahan kecil pada bangunan Candi Borobudur hanya meliputi penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan paling luar bangunan, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu serta juga pelebaran ujung kaki bangunan.

Setelah tahap perubahan kecil dan penyelesaian selesai, Candi Borobudur pun sampai pada selesai dibangun. Candi Borobudur diperkirakan selesai dan rampung secara total pada sekitar tahun 850 Masehi.

Penemuan Candi Borobudur

penemuan candi borobudur
satujam.com

Dalam ulasan berikutnya, penulis juga akan memaparkan mengenai tahap penemuan kembali Candi Borobudur. Setelah tahap pembangunan Candi Borobudur yang memakan hampir bahkan lebih 100 tahun lamanya, Candi Borobudur sempat hilang karena tersembunyi dan terlantar selama berabad-abad.

Candi Borobudur terkubur di dalam lapisan tanah dan debu vulkanik akibat letusan gunung berapi yang kemudian lama-kelamaan tanah tersebut ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga masyarakat tidak tahu-menahu bahwa bukit disekitar lingkungan mereka adalah kuburan Candi raksasa. Karena pada saat itu Candi Borobudur benar-benar menyerupai bukit pada umumnya.

Tidak diketahui perihal kenapa Borobudur ditinggalkan dan ditelantarkan tidak dirawat. Menurut sejarah yang ada, salah satu kemungkinan penyebab mengapa Candi Borobudur ditinggalkan adalah dipindahkannya ibu kota kerajaan Medang oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 928 sampai 1006 Masehi ke kawasan Jawa Timur karena terjadinya bencana yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Meskipun demikian, pernyataan ini juga belum bisa dipastikan karena tidak ada bukti untuk menguatkan.

Candi Borobudur kemudian ditemukan kembali, tepatnya pada tahun 1814 Masehi, oleh pemerintahan Inggris di Jawa yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles yang memang memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa. Raffles pun dianggap sangat berjasa atas penemuan kembali Candi Borobudur dan mulai menari perhatian dunia tas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.

Kemudian pada tahun 1882 Masehi, bangunan Candi Borobudur disarankan untuk segera dibongkar seluruhnya dan menyelamatkan relief maupun artefak yang tersisa karena maraknya pencurian dan kondisi kurang stabil saat itu.

Pemugaran Candi Borobudur

pemugaran candi borobudur
http://www.idesejarah.net

Pada tahun 1900 Masehi, kemudian pemerintah Hindia Belanda mengambil langkah menjaga kelestarian Borobudur dengan proses pemugaran segera dilakukan. Proses pemugaran Candi Borobudur dilakukan pada kurun waktu 1907 sampai  1911 Masehi.

Akhir tahun 1960 an, pemerintah Indonesia meminta kerjasama pemugaran berskala internasional. Hingga pada tahun 1975 sampai 1982 bersama UNESCO, Candi Borobudur direnovasi kembali. Dan pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Borobudur masuk ke dalam Situs Warisan Dunia (world heritage).

Sumber : https://moondoggiesmusic.com/sejarah-candi-borobudur/