Tana Toraja merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki berbagai wisata alam eksotis dan ragam budaya yang unik.
Jika kamu dari Jakarta, kamu bisa gunakan penerbangan ke Makassar yang dilanjutkan dengan menempuh perjalanan dengan jalur darat ataupun udara.
Kalau mau lewat jalur darat (bus atau mobil pribadi), umumnya waktu yang akan ditempuh sekitar 8 hingga 9 jam. Sedangkan jika melalui jalur udara, hanya memakan waktu 45 menit.

#1 Pango-pango Makale
Wisata Pango-pango merupakan tempat wisata Tana Toraja yang tergolong agro di mana wisata ini menyajikan keindahan alam yang indah di pandang dengan suasana hawa yang sejuk.
Wisata ini berada di kota Makale tepatnya berada di puncak bukit yang belum di garap masyarakat.
Sesuai dengan letaknya yang berada di puncak bukit, banyak masyarakat menamakan tempat ini sebagai negeri di atas awan.
Maklum lokasi Kabupaten Tana Toraja memang berada di dataran tinggi dengan dikelilingi gunung yang tinggi jadi wajarlah banyak negeri di atas awan.
Jika kamu ke sana dan tiba di Pango-pango, kamu bakal menikmati begitu banyak bertebaran pepohonan dan semak belukar yang hijau.
Di sini juga kamu bisa bisa menikmati panorama bukit dan gunung yang indah, selain itu kamu bisa lihat Kota Makale dari puncak gunung.

#2 Londa Tana Toraja
Londa adalah sebuah tempat wisata yang ada di Desa Sandan Uai Kecamatan Sangggalangi Tana Toraja, 7 kilometer sebelah Selatan Kota Rantepao.
Perjalanan ke sana cukup mudah. Kamu bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat, atau bisa menggunakan jasa ojek.
Londa adalah salah satu objek wisata yang ada di Tana Toraja. Di sana terdapat objek wisata tempat makam yang terletak di sebuah tebing batu dan di dalamnya terdapat gua untuk makam.
Di gua tersebut terdapat peti mati dan jenazah, tulang, dan tengkorak yang berusia ratusan tahun.
Ketika ke sana, kamu akan disuguhkan dengan penampakan patung kayu yang berjejer di bibir tebing batu.
Patung tersebut merupakan patung dari setiap jenazah yang ada dimakamkan di lokasi Londa. Patung tersebut dinamakan Tau Tau bagi masyarakat setempat.
#3 Kete Kesu Tana Toraja
Seperti tadi saya jelaskan, Tana Toraja memiliki banyak destinasi wisata salah satunya wisata alam yang dinamakan Kete Kesu.
Kete kesu merupakan wisata alam yang terletak sekitar 4 kilometer dari kota Rantepao.
Desa Kete Kesu adalah objek wisata yang berada di daerah perbukitan dengan hamparan sawah dan hutan yang hijau.
Di kawasan ini terdapat banyak rumah adat Tana Toraja. Rumah adat tersebut dinamakan Tongkonan yang biasa di gunakan sebagai tempat penyimpanan sementara jenazah sebelum dimakamkan.

Selain itu jika kamu berani masuk ke bagian dalam kompleks Tongkonan Toraja, kamu akan menemukan tebing batu Kete Kesu yang di jadikan kuburan batu di masa lampau peninggalan sejarah Tana Toraja.
Di sini kamu bisa lihat bagaimana kuburan dan peti mati yang ada di tebing dan gua secara jelas.
Oh ya, di dalam kompleks Kete Kesu kamu akan dijajakan berbagai macam oleh oleh dan pernak pernik khas Toraja. kamu bisa membeli dengan harga yang cukup murah lho.
Untuk masuk di wisata Kete Kesu, kamu cukup bayar tiket kurang lebih Rp10.000 sampai Rp50.000 saja.
#4 Negeri Di Atas Awan Totombi
Totombi Negeri di atas awan adalah salah satu objek wisata terbaru di Toraja yang sedang hits di tahun ini.
Lokasi ini hampir berdampingan dengan Lolai Tongonan Lempe yang berada di dusun Lembang Desa Benteng Mullu, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Di Totombi kamu bisa menikmati pemandangan berasa di atas awan seperti di Panggo Panggo Makale.
Mata kalian akan terhipnotis dengan gundukan awan yang menutupi lembah yang indah, sehingga Totombi dinamakan negeri di atas awan.
Berhubung lokasi ini berada di ketinggian, so kamu diharuskan untuk membawa jaket yang tebal karena hawa di sini cukup dingin.
Untuk menikmati sunset di atas awan, kamu harus sudah ada di Totombi minimal subuh sampai pagi hari.
Untuk biaya masuk cukup sediakan Rp15.000 saja. Bagi kamu yang ingin menyimpan monumen tersebut, pengelola menyediakan spot khusus untuk berfoto.
#5 Air Terjun Talondo Tallu
Air Terjun Talondo adalah salah satu air terjun yang ada di Tana Toraja. Air terjun ini terbilang unik di banding yang lainnya karena air terjun ini bercabang tiga membuat tampak lebih unik dibanding yang lainnya.
Ternyata percabangan ini terjadi karena pertemuan dua buah sungai dan menjadi satu sungai yaitu sungai Talondo.
Selain unik air terjun ini sangat indah dengan air khas dataran tinggi sangat dingin, sehingga membuat nuansa lebih nyaman.
Air terjun ini ternyata menyimpan nuansa mistis, konon katanya di air terjun ini terdapat belut besar yang biasa di sebut Masapi.
Belut tersebut tidak boleh di tangkap ataupun dimakan. Selain itu jika kamu ke sini, tidak boleh menggunakan pakaian hitam.
Untuk ke air terjun ini kamu harus rela berjalan sejauh 8 kilometer. Lumayan jauh dan pastikan kamu dalam keadaan fit ya.

#6 Objek Wisata Kalimbuang Bori
Kalimbuang Bori Tana Toraja adalah tempat wisata Tana Toraja yang menyajikan pemandangan indah dan cantik.
Di lokasi ini kamu akan diperlihatkan hutan batu yang cukup menjulang tinggi. Lokasi ini sangat cocok untuk berfoto di samping deretan batu besar.
#7 Nature Ollon Tana Toraja
Nature Ollon merupakan tempat wisata Tana Toraja yang tergolong baru dan di beri gelar anti mainstream. Objek wisata ini berada di Desa Ollon.
Biasanya para wisatawan menamakan wisata ini gunung Teletubis di karenakan deretan gunung di sini mirip dengan bukit bukit yang ada di Teletubis.
Panorama pemandangan alam yang indah akan kamu dapatkan jika berkunjung ke Ollon.
Di tempat ini kamu akan mendapatkan suasana yang sunyi dengan pemandangan yang takkalah indah dengan tempat wisata di Indonesia lainnya.
Apalagi kalau kamu tinggal di Sulawesi Selatan, kamu wajib ke sini! Dijamin enggak bakalan rugi.
Alamatnya di Ollon, Poton, Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.


Sohor dengan alam dan budayanya yang memukau. Rumah bagi Suku Toraja yang masih menjaga tradisi leluhur berusia ratusan tahun yang berakar dari budaya Austronesia.
Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan ibu kota kabupaten bernama Makale. Tana Toraja merupakan sebuah daerah di Sulawesi Selatan yang sudah tersohor namanya dengan keindahan pemandangan yang mengagumkan dan kaya akan tradisi budaya yang terkenal hingga manca negara. Topografinya yang sebagian besar relatif bergelombang dan berbukit, menjadi daya tarik utama Tana Toraja.
Secara geografis, Kabupaten Tana Toraja terletak di bagian Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas wilayah tercatat 1.990,22 km persegi (BPS 2017) dan jumlah penduduk sekitar 283.214 jiwa (DKCS 2017). Kabupaten Tana Toraja berbatasan dengan Kab. Toraja Utara di sebelah utara, Kabupaten Mamasa Prov. Sulawesi Barat di sebelah barat dan Kabupaten Enrekang di selatan, serta Pinrang dan Kabupaten Luwu.
.jpg)
Budaya Austronesia Suku Toraja
Untuk menuju Tana Toraja dari Kota Makassar dapat di tempuh dengan jalur Darat maupun jalur Udara. Jalur darat umumnya dapat memakan waktu sekitar 8 – 9 jam perjalanan menggunakan bus atau mobil pribadi. Sedangkan jalur udara hanya memakan waktu 45 menit.
Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan di kawasan ini masih mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan. Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani. Komoditi andalan dari daerah Toraja adalah sayur-sayuran, kopi, cengkeh, cokelat dan vanili. Mayoritas penduduknya menganut agama Kristen Protestan sebanyak 72.54%, kemudian Katolik 17.57%, Islam 8.43%, Hindu 1.07%, dan Buddha 0.39%.
Ketika Sobat Pesona mengunjungi dataran tinggi Tana Toraja, bersiaplah terpesona keindahan alamnya yang menakjubkan. Di saat yang sama ada daya tarik dari masyarakatnya telah mempertahankan kepercayaan dan tradisi mereka dalam siklus kehidupan yang kekal dan kematian di Bumi, salah satunya adalah pesta pernikahan Rambu Tuka dan juga upacara kematian Rambu Solo.
.jpg)
Untuk menjaga kekuatan tanah dan rakyatnya, masyarakat Toraja percaya bahwa tanah ini harus dipertahankan melalui ritual untuk merayakan mereka hidup dan yang telah mati, melekat saat musim tanam. Di Toraja kehidupan secara ketat dipisahkan dari upacara kematian.
Toraja terkenal dengan upacara kematian yang dapat berlangsung selama berhari-hari melibatkan seluruh penduduk desa. Tidak hanya pada saat berkabung tetapi juga untuk acara hiburan dan persaudaraan komunitas yang ada.
Upacara kematian, diadakan setelah musim panen selesai. Biasanya antara bulan Juli dan September. Sementara upacara kehidupan digelar saat musim tanam di bulan Oktober. Saat itu penguburan tidak dilakukan dengan segera tetapi ditunda selama beberapa bulan bahkan kadang bertahun-tahun, disimpan di rumah khusus hingga waktu yang tepat dan tersedianya dana.
Destinasi Wisata
Ada banyak objek wisata di Tana Toraja yang bisa Sobat Pesona kunjungi, diantaranya Tradisi Ma’nene, tradisi khas Tana Toraja yang juga telah dijadikan wisata populer yang berlokasi di Baruppu, di Toraja Utara. Tradisi ini adalah tradisi membersihkan dan mengganti baju mayat leluhur Toraja. Selain itu, ada pula tradisi Upacara Rambu Solo, Kete Kesu dengan rumah Tongkonan Toraja, dan kompleks kuburan Toraja, Londa yang berada di sebuah tebing batu Toraja.
Sumber : https://www.finansialku.com/wisata-tana-toraja/
https://pesona.travel/destinasi/797/tana-toraja-tanah-eksotik-di-pegunungan-sulawesi





























































.jpg)
















